BOSDA SD-SMP Negeri-Swasta di Kota Pasuruan Dicairkan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan terus berupaya menyukseskan program wajib belajar selama 12 tahun di Kota Pasuruan. Salah satunya dengan menggelontorkan anggaran untuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) menyebut Bosda ini sudah dicairkan pada akhir Mei lalu.

Kasubbag Perencanaan pada Dinas P dan K Kota Pasuruan Sutrisno mengungkapkan, total Bosda yang dialokasikan bagi SD dan SMP tahun ini mencapai Rp 10,5 miliar. Anggaran Bosda tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 3,5 miliar.

Untuk lembaga SD/MI/pondok pesantren (ponpes) baik negeri maupun swasta dialokasikan senilai Rp 6.758.160.000. Setiap siswa menerima Rp 230 ribu per tahun. Sementara untuk SMP/MTs/ponpes baik swasta maupun negeri dialokasikan senilai Rp 3.797.420.000. Setiap siswa menerima Rp 340 ribu per tahun.

Ia menjelaslan, ada kenaikan untuk anggaran Bosda yang diberikan pada SD dan SMP, baik swasta maupun negeri tahun ini. Dimana tahun lalu untuk SD/MI/ponpes negeri-swasta hanya dapat Rp 200 ribu per tahun per siswa. Sedangkan untuk SMP/MTs/ponpes negeri-swasta hanya dapat Rp 300 ribu per tahun per siswa. Kondisi ini menyebabkan nilai Bosda yang diberikan pada lembaga pendidikan pun meningkat tahun ini.

“Semoga Bosda ini bisa bermanfaat bagi lembaga dan siswa. Penggunaannya sendiri harus untuk program yang berkaitan dengan KBM siswa. Ini, salah satu dari upaya pemkot untuk menyukseskan program wajib belajar 12 tahun di Kota Pasuruan,” terang Tris. (riz/fun)