alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Tangkapan Nelayan Mulai Membaik saat Masuk Kemarau

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Memasuki musim kemarau, tangkapan nelayan di Kota Pasuruan mulai membaik. Saat ini, rata rata nelayan bisa membawa tangkapan hingga di atas tiga ton. Kondisi ini diharapkan bakal semakin bagus mendekati lebaran.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan, Ihsan Khoiri mengungkapkan, sebelum kemarau, nelayan hanya bisa membawa pulang ikan antara 50 kilo hingga dua ton. Sebab angin kencang membuat nelayan hanya bisa melaut di pinggiran.

“Alhamdulillah, sekarang ada yang bisa membawa pulang tiga ton. Cuaca sudah membaik dan angin tidak lagi kencang. Nelayan bisa melaut hingga ke tengah,” ungkapnya.

Ihsan berharap kondisi ini bakal terus membaik menjelang hari raya Idul Fitri. Dengan begitu, para nelayan dan anak buah kapal (ABK) bisa berlebaran tanpa memikirkan kebutuhan dapur. Sebab tangkapan nelayan sendiri memang tidak bisa diprediksi karena bergantung musim dan cuaca di perairan.

Dalam musim seperti ini, ikan yang paling sering didapatkan adalah jenis ikan Sisik dan Lemaren. Meski tangkapan nelayan cenderung meningkat, namun harga ikan terbilang stabil. Ikan lemaren, misalnya, saat ini dibanderol Rp 12 ribu per kilonya. Kondisi ini tidak terlepas dari permintaan dan ketersediaan yang cenderung stabil dan aman.

“Kalau kami berharap tangkapan nelayan itu semakin banyak dan harga ikan stabil,”sebut pria asal Ngemplakrejo, Kota Pasuruan ini. (riz/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Memasuki musim kemarau, tangkapan nelayan di Kota Pasuruan mulai membaik. Saat ini, rata rata nelayan bisa membawa tangkapan hingga di atas tiga ton. Kondisi ini diharapkan bakal semakin bagus mendekati lebaran.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan, Ihsan Khoiri mengungkapkan, sebelum kemarau, nelayan hanya bisa membawa pulang ikan antara 50 kilo hingga dua ton. Sebab angin kencang membuat nelayan hanya bisa melaut di pinggiran.

“Alhamdulillah, sekarang ada yang bisa membawa pulang tiga ton. Cuaca sudah membaik dan angin tidak lagi kencang. Nelayan bisa melaut hingga ke tengah,” ungkapnya.

Mobile_AP_Half Page

Ihsan berharap kondisi ini bakal terus membaik menjelang hari raya Idul Fitri. Dengan begitu, para nelayan dan anak buah kapal (ABK) bisa berlebaran tanpa memikirkan kebutuhan dapur. Sebab tangkapan nelayan sendiri memang tidak bisa diprediksi karena bergantung musim dan cuaca di perairan.

Dalam musim seperti ini, ikan yang paling sering didapatkan adalah jenis ikan Sisik dan Lemaren. Meski tangkapan nelayan cenderung meningkat, namun harga ikan terbilang stabil. Ikan lemaren, misalnya, saat ini dibanderol Rp 12 ribu per kilonya. Kondisi ini tidak terlepas dari permintaan dan ketersediaan yang cenderung stabil dan aman.

“Kalau kami berharap tangkapan nelayan itu semakin banyak dan harga ikan stabil,”sebut pria asal Ngemplakrejo, Kota Pasuruan ini. (riz/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2