alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ratusan Personel Standby untuk Halau Pemudik di 10 Titik

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Sepuluh lokasi akan jadi titik penyekatan untuk menghalau pemudik di Kabupaten Pasuruan. Terutama pemudik dari luar kota yang hendak masuk ke Kabupaten Pasuruan.

Di 10 titik itu, Polres Pasuruan mengerahkan 235 personelnya. Mereka disiagakan mulai sebelum Lebaran, 6 Mei sampai 17 Mei 2021.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan menegaskan, pihaknya menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat tentang larangan mudik selama lebaran. Salah satu caranya, 235 personel Polres Pasuruan akan disiagakan di tujuh titik atau pos penyekatan, satu pos wisata serta dua pos pengamanan.

Jumlah tersebut belum termasuk back up dari personel di jajaran samping. Ada dari TNI, Satpol PP, Dishub, dan sejumlah instansi lain sebanyak 276 personel.

“Total anggota yang dikerahkan sebanyak 512 personel. Tidak hanya dari Polres Pasuruan, tetapi juga dari personel jajaran samping,” ujarnya.

Adapun tujuh titik penyekatan tersebar di Simpang Tiga Prigen, Arteri Gempol, Persimpangan Tiga Gempol. Lalu, Exit Tol Taman Dayu, Pos Lantas Bangil, Exit Tol Sidowayah dan Exit Tol Purwodadi.

Selain itu, disiapkan pos pengamanan yang sekaligus jadi pos penyekatan. Antara lain, Exit Tol Taman Dayu dan dan Pos Lantas Bangil. Dan yang terakhir yaitu, pos atau titik wisata di TSI II Prigen. Di setiap pos akan disiagakan 6-9 personel dari kepolisian.

“Itu belum termasuk dari TNI, Satpol PP dan jajaran yang lain,” imbuhnya.

Penyekatan tersebut tak lain untuk mengantisipasi pemudik yang nekat pulang. Bahkan, pihaknya akan bertindak tegas dengan meminta pemudik nekat untuk putar balik.

“Kalau kedapatan tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak mengenakan masker, tentunya ada sanksi lain yang akan kami kenakan. Karena itu, kami minta agar masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik” jelasnya.

Ia menyadari, pemudik bisa saja membobol. Mereka melalui jalur-jalur tikus. Karenanya, peran masyarakat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan ini.

“Yang terpenting adalah kesadaran masyarakat. Bagaimanapun, penyekatan ini hanya ikhtiar untuk menanggulangi penyebaran Covid-19,” bebernya.

Kabag Ops Polres Pasuruan, Kompol Sugeng menambahkan, penyekatan akan dilakukan per 6 Mei. Penyekatan itu berlaku untuk mereka yang mudik.

Sementara yang bekerja di luar Kabupaten Pasuruan, bisa lolos penyekatan. Dengan catatan harus membawa surat tugas dari perusahaan.

“Begitu juga yang mengalami kedaruratan, harus ada surat dari pemerintah desa setempat,” tandasnya.

Kabupaten Pasuruan sendiri, kata Sugeng, masuk dalam rayon II di Jatim. Rayon dua mencakup Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kota dan Kabupaten Probolinggo serta Malang Raya. (one/zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Sepuluh lokasi akan jadi titik penyekatan untuk menghalau pemudik di Kabupaten Pasuruan. Terutama pemudik dari luar kota yang hendak masuk ke Kabupaten Pasuruan.

Di 10 titik itu, Polres Pasuruan mengerahkan 235 personelnya. Mereka disiagakan mulai sebelum Lebaran, 6 Mei sampai 17 Mei 2021.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan menegaskan, pihaknya menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat tentang larangan mudik selama lebaran. Salah satu caranya, 235 personel Polres Pasuruan akan disiagakan di tujuh titik atau pos penyekatan, satu pos wisata serta dua pos pengamanan.

Mobile_AP_Half Page

Jumlah tersebut belum termasuk back up dari personel di jajaran samping. Ada dari TNI, Satpol PP, Dishub, dan sejumlah instansi lain sebanyak 276 personel.

“Total anggota yang dikerahkan sebanyak 512 personel. Tidak hanya dari Polres Pasuruan, tetapi juga dari personel jajaran samping,” ujarnya.

Adapun tujuh titik penyekatan tersebar di Simpang Tiga Prigen, Arteri Gempol, Persimpangan Tiga Gempol. Lalu, Exit Tol Taman Dayu, Pos Lantas Bangil, Exit Tol Sidowayah dan Exit Tol Purwodadi.

Selain itu, disiapkan pos pengamanan yang sekaligus jadi pos penyekatan. Antara lain, Exit Tol Taman Dayu dan dan Pos Lantas Bangil. Dan yang terakhir yaitu, pos atau titik wisata di TSI II Prigen. Di setiap pos akan disiagakan 6-9 personel dari kepolisian.

“Itu belum termasuk dari TNI, Satpol PP dan jajaran yang lain,” imbuhnya.

Penyekatan tersebut tak lain untuk mengantisipasi pemudik yang nekat pulang. Bahkan, pihaknya akan bertindak tegas dengan meminta pemudik nekat untuk putar balik.

“Kalau kedapatan tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak mengenakan masker, tentunya ada sanksi lain yang akan kami kenakan. Karena itu, kami minta agar masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik” jelasnya.

Ia menyadari, pemudik bisa saja membobol. Mereka melalui jalur-jalur tikus. Karenanya, peran masyarakat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan ini.

“Yang terpenting adalah kesadaran masyarakat. Bagaimanapun, penyekatan ini hanya ikhtiar untuk menanggulangi penyebaran Covid-19,” bebernya.

Kabag Ops Polres Pasuruan, Kompol Sugeng menambahkan, penyekatan akan dilakukan per 6 Mei. Penyekatan itu berlaku untuk mereka yang mudik.

Sementara yang bekerja di luar Kabupaten Pasuruan, bisa lolos penyekatan. Dengan catatan harus membawa surat tugas dari perusahaan.

“Begitu juga yang mengalami kedaruratan, harus ada surat dari pemerintah desa setempat,” tandasnya.

Kabupaten Pasuruan sendiri, kata Sugeng, masuk dalam rayon II di Jatim. Rayon dua mencakup Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kota dan Kabupaten Probolinggo serta Malang Raya. (one/zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2