alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 19 May 2022

Musim Hujan selama Tiga Bulan Catat Sembilan Insiden Kebakaran

PASURUAN, Radar Bromo – Potensi kebakaran masih tetap bisa terjadi meski cuaca sedang memasuki musim hujan. Bahkan di puncak penghujan kali ini, ada tiga kali kejadian kebakaran di wilayah Kota Pasuruan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pasuruan Samsul Hadi mengatakan, potensi kebakaran masih tetap ada sekalipun musim kemarau berlalu. Sebab kebakaran bisa terjadi karena disebabkan tiga unsur. Yakni panas, oksigen dan bahan.

“Jadi ketika musim apapun kebakaran masih bisa terjadi,” katanya.

Ia menjelaskan unsur yang bisa memincu kebakaran. Misalnya unsur panas yang berasal dari api, listrik, kompor gas, lilin dan sejenisnya. Kemudian hal itu bisa diperbesar dengan unsur kedua yakni oksigen di sekitarnya.

Selain itu juga unsur ketiga yang kerap memperparah insiden kebakaran. Yaitu bahan apa saja yang ada di lokasi kebakaran. Karena itu, Samsul mengatakan insiden kebakaran bisa saja terjadi meski di musim hujan. Sebab bila melihat ketiga unsur tersebut juga tidak berkaitan dengan cuaca sama sekali.

“Misalnya pada tiga bulan ini kan juga sudah memasuki musim hujan masih ada kebakaran,” katanya.

Dalam kurun Januari hingga Maret, pihaknya mencatat sebanyak enam kali kejadian kebakaran di wilayah kota. Kemudian tiga kali kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Pasuruan. Di antara seluruh insiden tersebut, rata-rata dipicu karena korsleting listrik.

PASURUAN, Radar Bromo – Potensi kebakaran masih tetap bisa terjadi meski cuaca sedang memasuki musim hujan. Bahkan di puncak penghujan kali ini, ada tiga kali kejadian kebakaran di wilayah Kota Pasuruan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pasuruan Samsul Hadi mengatakan, potensi kebakaran masih tetap ada sekalipun musim kemarau berlalu. Sebab kebakaran bisa terjadi karena disebabkan tiga unsur. Yakni panas, oksigen dan bahan.

“Jadi ketika musim apapun kebakaran masih bisa terjadi,” katanya.

Ia menjelaskan unsur yang bisa memincu kebakaran. Misalnya unsur panas yang berasal dari api, listrik, kompor gas, lilin dan sejenisnya. Kemudian hal itu bisa diperbesar dengan unsur kedua yakni oksigen di sekitarnya.

Selain itu juga unsur ketiga yang kerap memperparah insiden kebakaran. Yaitu bahan apa saja yang ada di lokasi kebakaran. Karena itu, Samsul mengatakan insiden kebakaran bisa saja terjadi meski di musim hujan. Sebab bila melihat ketiga unsur tersebut juga tidak berkaitan dengan cuaca sama sekali.

“Misalnya pada tiga bulan ini kan juga sudah memasuki musim hujan masih ada kebakaran,” katanya.

Dalam kurun Januari hingga Maret, pihaknya mencatat sebanyak enam kali kejadian kebakaran di wilayah kota. Kemudian tiga kali kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Pasuruan. Di antara seluruh insiden tersebut, rata-rata dipicu karena korsleting listrik.

MOST READ

BERITA TERBARU

/