Pemkot Pasuruan Pantau TKI yang Belum Pulang, Juga Minta Pemudik Tidak Pulang

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan sejauh ini belum menyiapkan rumah singgah sebagai tempat mengisolasi pemudik. Pemkot tetap berharap agar warganya yang berada di luar daerah menahan diri tidak mudik sepanjang Covid-19 belum mereda.

“Kami berupaya dan mengimbau warga Kota Pasuruan yang ada di luar daerah supaya tidak mudik,” kata Sekretaris Daerah Kota Pasuruan Bahrul Ulum.

Sejauh ini, pihaknya belum menyediakan rumah singgah sebagai tempat isolasi. “Pemerintah tentu punya keterbatasan. Walaupun di RSUD juga sudah disiapkan ruang isolasi. Kalau bisa ya isolasi mandiri, tetapi tetap dalam pengawasan,” bebernya.

Namun apabila nanti masih ada warga Kota Pasuruan yang mudik, maka salah satu upaya antisipasi penyebaran Covid-19 bakal diperketat. Yakni, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang baru menempuh perjalanan dari daerah lain.

Hal semacam itu sebenarnya sudah dilakukan selama ini. Terutama kepada warga yang baru pulang dari daerah ataupun negara lain. Tetapi, Pemkot akan mengerahkan jajaran kelurahan hingga pengurus RT dan RW untuk sama-sama bergerak dalam langkah antisipatif tersebut.

CEK: PLt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo saat memantau posko siaga korona. (Foto: Istimewa)

 

Karena itu, pengurus RT dan RW harus responsif ketika mendapati warganya yang pulang kampung. Mereka diminta untuk segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan terdekat seperti di puskesmas. Sehingga, nanti petugas bisa mendatangi rumah warga untuk melakukan pemeriksaan.

“Kalau tetap ada yang mudik, nanti diupayakan protokol pengecekan kesehatan. Setelah itu, diminta melakukan isolasi mandiri selama dalam pengawasan,” terang Bahrul.

Pemkot Pasuruan juga mengantisipasi kepulangan tenaga kerja Indonesia (TKI). Sejauh ini, TKI asal Kota Pasuruan belum ada yang berencana pulang. Namun, Pemkot tetap berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur apabila nanti ada TKI yang pulang di tengah mewabahnya Covid-19.

Jumlah TKI asal Kota Pasuruan sendiri berjumlah tujuh orang. Ada empat negara yang menjadi tujuan mereka. Yakni, Taiwan, Hongkong, Malaysia, dan Korea Selatan (Korsel). Rata-rata TKI itu merupakan lulusan SMA dan bekerja informal seperti asisten rumah tangga dan pengasuh anak. Namun, ada pula yang menjadi operator di pabrik.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pasuruan Mahbub Efendi mengaku sudah menelusuri pihak keluarga masing-masing TKI tersebut. Hal itu dilakukan untuk mendapat kepastian informasi apakah TKI tersebut ada rencana pulang ke tanah air dalam waktu dekat.

“Sudah kami konfirmasi ke keluarga masing-masing dan dapat dipastikan tidak ada TKI asal Kota Pasuruan yang berencana pulang,” tutur Mahbub.

Meski begitu, pemerintah tetap menyiapkan langkah-langkah apabila nantinya TKI itu tiba-tiba pulang. Menurut Mahbub, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 melalui kepulangan TKI tersebut.

Di samping itu, Mahbub juga memastikan keberadaan empat tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di perusahaan di Kota Pasuruan. Namun sejauh ini, TKA tersebut juga dipastikan tidak pulang ke negaranya.

“Untuk TKA di Kota Pasuruan ini bekerja di top manajemen. Juga sudah kami konfirmasi, dalam waktu dekat tidak ada kegiatan keluar daerah atau negara lain,” tandasnya. (riz/fun)