Pemkab Pasuruan Siapkan Rumah Singgah-Ruang Isolasi, Punya Skenario Ini untuk Hadapi Pemudik

BANGIL, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan menyiapkan sejumlah skema dalam menghadapi kemungkinan munculnya gelombang pemudik dari luar daerah. Skema-skema itu dipersiapkan dalam pencegahan penyebaran virus korona di Kabupaten Pasuruan.

Bukan hanya menyiapkan protokol kesehatan di terminal-terminal ataupun tempat pemberhentian umum seperti rest area. Pemkab juga berencana menyediakan rumah singgah bagi para pemudik.

Juru bicara Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Virus Korona Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya mengungkapkan, instruksi Gubernur Jatim agar pemerintah daerah menyediakan rumah singgah tengah ditindaklanjuti. Tindak lanjutnya dengan menyiapkan rumah singgah bagi pemudik luar kota, khususnya Jabodetabek.

Ada dua tempat yang diproyeksikan menjadi rumah singgah. Selain rumah singgah yang ada di Dinsos Kabupaten Pasuruan, juga ada Balai Diklat Pemkab Pasuruan di Pandaan.

“Kami menyiapkan rumah singgah, sesuai dengan instruksi Gubernur. Ada dua tempat yang disiapkan untuk itu semua. Satu berada di rumah singgah Dinsos dan satu lagi di Badan Litbang dan Diklat Pandaan,” sampainya.

Menurut Anang, rumah singgah di Dinsos Kabupaten Pasuruan memiliki kapasitas sekitar 75 orang. Di tempat itu, ada tempat tidur portabel yang telah disiapkan. Sementara, Badan Litbang dan Diklat Pandaan memiliki kapasitas yang lebih banyak. “Sekitar 100 orang,” sambungnya.

Skema kedua dalam menghadapi gelombang pemudik, dengan menyiapkan protokol kesehatan di sejumlah titik. Seperti di terminal ataupun tempat pemberhentian publik seperti rest area ataupun jalur-jalur mudik lainnya.

“Dinas perhubungan juga akan menyiapkan posko-posko dalam pemantauan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam upaya pemantauan tersebut. Untuk yang melintas di jalur tol, kami akan berkoordinasi dengan provinsi,” tandasnya.

Kendati begitu, pihaknya berharap, agar masyarakat tidak mudik ke Kabupaten Pasuruan. Khususnya dari daerah yang dianggap zona merah. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus korona yang semakin merajalela.

“Harapan kami, masyarakat tidak mudik terlebih dahulu. Supaya, bisa ikut terlibat dalam pencegahan penyebaran virus korona,” pungkas lelaki yang juga menjabat Asisten 1 Bidang Pemerintahan tersebut. (one/hn/fun)