Pandemi Korona, Rehab Jalan dari DAK Dihentikan

BELUM DIGARAP: Akses menuju Banyubiru yang rusak rencananya bakal direhab dari DAK. Namun, rencana itu belum terealisasi lantaran pemerintah pusat menghentikan proyek dari DAK saat pandemi korona. (Foto: Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

WINONGAN, Radar Bromo – Proses sejumlah perbaikan jalan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupaten Pasuruan bakal molor. Sebab, semua tahapannya dihentikan sementara ini.

Hal tersebut tak terlepas dari masa pandemi korona yang belum berakhir. Pemerintah pusat pun memutuskan untuk menghentikan segala proyek dari DAK. Termasuk perbaikan jalan senilai Rp 47 miliar di Kabupaten Pasuruan.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka mengatakan, saat ini anggaran dari pusat diutamakan untuk kepentingan yang lebih mendesak. Yaitu, terkait penanganan wabah korona. Sehingga, anggaran perbaikan yang bersumber dari DAK sementara ini dihentikan.

“Semua proses terkait perbaikan jalan dari DAK sementara ini dihentikan. Sehingga, lelang juga tidak dilakukan sampai ada instruksi selanjutnya,” terang Hanung.

Kebijakan itu tentu saja berdampak pada perbaikan 9 ruas jalan di wilayah setempat. Selain jalur Tutur, ada rehab Jalan Raya Kejayan, Jalan Raya Ngembal, akses dari Ngopak ke Banyu Biru, Jalur Rejoso ke Gading Winongan dan sejumlah akses jalan lainnya.

“Total anggaran DAK yang dihentikan mencapai Rp 47 Miliar, termasuk akses jalan dari Ngopak ke Banyu Biru dan Rejoso ke Gading, Winongan,” terangnya.

Perbaikan jalan dari anggaran DAK tahun ini sendiri diprioritaskan pada jalur-jalur yang menunjang wisata di Kabupaten Pasuruan. Selain itu, juga akses jalur lalu lintas bagi masyarakat sekitar.

Sebelumnya untuk rencana lelang sendiri harusnya dimulai pada Maret – April ini. Namun, karena ada wabah sehingga semua proses terpaksa dihentikan.

“Nanti akan kami pikirkan, apa solusinya terkait perbaikan jalan yang terpaksa dihentikan ini. Namun, karena memang saat ini situasi terkait wabah belum pulih, sehingga yang diutamakan pusat adalah yang mendesak terlebih dahulu,” jelasnya. (eka/mie)