alexametrics
29C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Telusuri Illegal Mining Bulusari, Bareskrim Polri Turun Tangan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GEMPOL, Radar Bromo Illegal mining di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, kini menjadi perhatian Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Korps Bhayangkara kini turun tangan untuk menyelidiki adanya pertambangan tanpa izin (PETI) yang ada di desa tersebut.

Ini ditandai dengan adanya sejumlah personel dari penyidik Bareskrim Mabes Polri, yang Rabu (3/3) pagi mendatangi lokasi tambang. Adapun lokasi tambang yang didatangi berada di Dusun Jurang Pelen Satu, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kedatangan penyidik untuk melakukan survei. Termasuk pemasangan patok, serta pengambilan koordinat menggunakan alat khusus. Tim gabungan tersebut mendapat pengamanan ketat dari personel Polres Pasuruan, Polsek dan Koramil Gempol.

Ikut mendampingi di lapangan, tampak hadir dan terlihat tim dari KLHK dan ESDM. Selain itu nampak beberapa petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, serta Camat Gempol hingga Pemdes Bulusari.

“Kami datang untuk sidak lokasi tambang di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol yang diduga pertambangan tanpa izin (PETI). Kami ingin melihat langsung kondisi terkini, juga kerusakan lingkungannya,” jelas tim penyidik dari Bareskrim Mabes Polri Kompol Eko Susanda, ditemui Jawa Pos Radar Bromo di lokasi saat survei berlangsung.

Kasasi Turun, Vonis Eks Kades Bulusari Malah Lebih Berat

Lebih lanjut Eko Susanda mengatakan, lokasi tambang yang disurvei oleh penyidik dari Bareskrim Mabes Polri, luasnya sekitar 20 hektare. Surbei dilakukan cukup lama karena dalam kegiatan tersebut, ada beberapa titik yang ditinjau. Pelaksanaannya berlangsung hingga siang hari.

Selama proses survei tersebut, di lokasi tidak ditemukan adanya aktivitas kegiatan pertambangan yang sedang berlangsung. Termasuk alat berat, juga nihil. Menurut warga sekitar, tambang dulunya memang ada, tapi sudah berhenti.

“Lokasi tambang di duga PETI ini dalam proses lidik, dan sekaligus juga menjadi atensi pemerintah pusat,” ungkapnya.

Disinggung lokasi tambang yang dimaksud yang diduga PETI, Eko Susanda tidak merinci secara detail. Termasuk saat ditanya soal nama perusahaan, dia enggan menyebutkan namanya.

“Maaf saat ini kami fokus dulu dengan kegiatan yang ada. Milik perusahaan mana saja, belum bisa menyebutkan,” katanya.

Dua Bos Tambang Dijebloskan Tahanan, Terlibat Kasus TKD Bulusari

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Farianto, juga tak banyak memberi komentar. Dia hanya menyebut, terkait kedatangan Bareskrim Mabes Polri, pihaknya datang karena dapat pemberitahuan dan diundang.

“Saya datang sebatas mendampingi itu saja. Selebihnya, untuk kegiatan di lapangan sepenuhnya dari penyidik Bareskrim Mabes Polri,” tukasnya.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang di Bulusari, memang penuh pro dan kontra. Mulai sinyalir adanya pertambangan tanpa izin yang merusak lingkungan, hingga adanya tindakan korupsi yang sudah menyandung beberapa orang.

Untuk kasus korupsi, sudah ada empat orang yang tersandung. Di antaranya adalah Eks Kades Bulusari, (Alm) Yudono dan eks Ketua BPD Bulusari, (Alm) Bambang Nuryanto. Keduanya sudah divonis dan sempat mengajukan banding, hingga beberapa waktu lalu meninggal dunia, meski hukumannya belum tuntas.

Selain itu ada dua bos tambang yang ditetapkan menjadi tersangka. Mereka adalah Samud asal Bulusari dan Stefanus, warga Surabaya. Keduanya diduga ikut terlibat dalam meraup keuntungan tanah kas desa tersebut. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

GEMPOL, Radar Bromo Illegal mining di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, kini menjadi perhatian Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Korps Bhayangkara kini turun tangan untuk menyelidiki adanya pertambangan tanpa izin (PETI) yang ada di desa tersebut.

Ini ditandai dengan adanya sejumlah personel dari penyidik Bareskrim Mabes Polri, yang Rabu (3/3) pagi mendatangi lokasi tambang. Adapun lokasi tambang yang didatangi berada di Dusun Jurang Pelen Satu, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kedatangan penyidik untuk melakukan survei. Termasuk pemasangan patok, serta pengambilan koordinat menggunakan alat khusus. Tim gabungan tersebut mendapat pengamanan ketat dari personel Polres Pasuruan, Polsek dan Koramil Gempol.

Mobile_AP_Half Page

Ikut mendampingi di lapangan, tampak hadir dan terlihat tim dari KLHK dan ESDM. Selain itu nampak beberapa petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, serta Camat Gempol hingga Pemdes Bulusari.

“Kami datang untuk sidak lokasi tambang di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol yang diduga pertambangan tanpa izin (PETI). Kami ingin melihat langsung kondisi terkini, juga kerusakan lingkungannya,” jelas tim penyidik dari Bareskrim Mabes Polri Kompol Eko Susanda, ditemui Jawa Pos Radar Bromo di lokasi saat survei berlangsung.

Kasasi Turun, Vonis Eks Kades Bulusari Malah Lebih Berat

Lebih lanjut Eko Susanda mengatakan, lokasi tambang yang disurvei oleh penyidik dari Bareskrim Mabes Polri, luasnya sekitar 20 hektare. Surbei dilakukan cukup lama karena dalam kegiatan tersebut, ada beberapa titik yang ditinjau. Pelaksanaannya berlangsung hingga siang hari.

Selama proses survei tersebut, di lokasi tidak ditemukan adanya aktivitas kegiatan pertambangan yang sedang berlangsung. Termasuk alat berat, juga nihil. Menurut warga sekitar, tambang dulunya memang ada, tapi sudah berhenti.

“Lokasi tambang di duga PETI ini dalam proses lidik, dan sekaligus juga menjadi atensi pemerintah pusat,” ungkapnya.

Disinggung lokasi tambang yang dimaksud yang diduga PETI, Eko Susanda tidak merinci secara detail. Termasuk saat ditanya soal nama perusahaan, dia enggan menyebutkan namanya.

“Maaf saat ini kami fokus dulu dengan kegiatan yang ada. Milik perusahaan mana saja, belum bisa menyebutkan,” katanya.

Dua Bos Tambang Dijebloskan Tahanan, Terlibat Kasus TKD Bulusari

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Farianto, juga tak banyak memberi komentar. Dia hanya menyebut, terkait kedatangan Bareskrim Mabes Polri, pihaknya datang karena dapat pemberitahuan dan diundang.

“Saya datang sebatas mendampingi itu saja. Selebihnya, untuk kegiatan di lapangan sepenuhnya dari penyidik Bareskrim Mabes Polri,” tukasnya.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang di Bulusari, memang penuh pro dan kontra. Mulai sinyalir adanya pertambangan tanpa izin yang merusak lingkungan, hingga adanya tindakan korupsi yang sudah menyandung beberapa orang.

Untuk kasus korupsi, sudah ada empat orang yang tersandung. Di antaranya adalah Eks Kades Bulusari, (Alm) Yudono dan eks Ketua BPD Bulusari, (Alm) Bambang Nuryanto. Keduanya sudah divonis dan sempat mengajukan banding, hingga beberapa waktu lalu meninggal dunia, meski hukumannya belum tuntas.

Selain itu ada dua bos tambang yang ditetapkan menjadi tersangka. Mereka adalah Samud asal Bulusari dan Stefanus, warga Surabaya. Keduanya diduga ikut terlibat dalam meraup keuntungan tanah kas desa tersebut. (zal/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2