alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Tiga Siswa SDN Kebonsari Positif, Tatap Muka Distop Dua Pekan

PASURUAN, Radar Bromo – Siswa-siswi SDN Kebonsari Kota Pasuruan bakal lebih lama belajar dalam jaringan (daring). Yaitu, dua pekan. Sebab, tiga siswa sekolah itu dipastikan juga positif Covid-19.

Awalnya, tatap muka terbatas (PTMT) 100 persen di SDN Kebonsari dihentikan selama lima hari. Sebab, seorang guru di sekolah itu positif Covid-19.

Penghentian sementara PTMT 100 persen itu dilakukan untuk menggelar tracing di sekolah. Dan hasilnya, tercatat ada tiga siswa di SDN Kebonsari yang juga positif Covid-19. Mereka adalah anak-anak kelas VI yang punya kontak erat dengan wali kelasnya yang lebih dulu terpapar.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr Shierly Marlena menyampaikan, penambahan kasus positif di SDN Kebonsari Kota Pasuruan ditemukan setelah dilakukan tracing ke sejumlah guru dan murid. Tracing dilakukan dengan pemeriksaan swab antigen terhadap guru dan murid yang memiliki kontak erat dengan guru yang terpapar.

Di antara 30 siswa yang di-tracing, tiga di antaranya reaktif. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan PCR. Hasil pemeriksaan PCR menunjukkan, mereka positif Covid-19. Meski ketiganya tak merasakan gejala apapun.

“Setelah kami tracing sebanyak 71 guru dan murid yang punya kontak erat, ada tiga siswa yang hasilnya positif, “ ungkap Shierly, kemarin (3/2).

Lantaran ketiganya tak mengeluhkan gejala sama sekali, mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit. Ketiga siswa yang positif itu diminta menjalani karantina di rumahnya masing-masing. Selanjutnya, menurut Shierly, satgas akan tetap memantau perkembangan ketiganya hingga benar-benar sembuh.

“Tidak berat atau tanpa gejala. Jadi kami minta mereka isolasi di rumah,” kata Shierly.

Ketiga siswa yang terpapar itu juga belum sempat mengikuti program vaksinasi. Sebab, dua di antara mereka demam ketika vaksinasi di sekolahnya berlangsung. Dan saat awal mula penularan Covid-19 terjadi di sekolah itu berbarengan dengan kegiatan vaksinasi pada 26 hingga 29 Januari 2022.

PASURUAN, Radar Bromo – Siswa-siswi SDN Kebonsari Kota Pasuruan bakal lebih lama belajar dalam jaringan (daring). Yaitu, dua pekan. Sebab, tiga siswa sekolah itu dipastikan juga positif Covid-19.

Awalnya, tatap muka terbatas (PTMT) 100 persen di SDN Kebonsari dihentikan selama lima hari. Sebab, seorang guru di sekolah itu positif Covid-19.

Penghentian sementara PTMT 100 persen itu dilakukan untuk menggelar tracing di sekolah. Dan hasilnya, tercatat ada tiga siswa di SDN Kebonsari yang juga positif Covid-19. Mereka adalah anak-anak kelas VI yang punya kontak erat dengan wali kelasnya yang lebih dulu terpapar.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr Shierly Marlena menyampaikan, penambahan kasus positif di SDN Kebonsari Kota Pasuruan ditemukan setelah dilakukan tracing ke sejumlah guru dan murid. Tracing dilakukan dengan pemeriksaan swab antigen terhadap guru dan murid yang memiliki kontak erat dengan guru yang terpapar.

Di antara 30 siswa yang di-tracing, tiga di antaranya reaktif. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan PCR. Hasil pemeriksaan PCR menunjukkan, mereka positif Covid-19. Meski ketiganya tak merasakan gejala apapun.

“Setelah kami tracing sebanyak 71 guru dan murid yang punya kontak erat, ada tiga siswa yang hasilnya positif, “ ungkap Shierly, kemarin (3/2).

Lantaran ketiganya tak mengeluhkan gejala sama sekali, mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit. Ketiga siswa yang positif itu diminta menjalani karantina di rumahnya masing-masing. Selanjutnya, menurut Shierly, satgas akan tetap memantau perkembangan ketiganya hingga benar-benar sembuh.

“Tidak berat atau tanpa gejala. Jadi kami minta mereka isolasi di rumah,” kata Shierly.

Ketiga siswa yang terpapar itu juga belum sempat mengikuti program vaksinasi. Sebab, dua di antara mereka demam ketika vaksinasi di sekolahnya berlangsung. Dan saat awal mula penularan Covid-19 terjadi di sekolah itu berbarengan dengan kegiatan vaksinasi pada 26 hingga 29 Januari 2022.

MOST READ

BERITA TERBARU

/