alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Keberangkatan Belum Jelas, 2 CJH Kota Pasuraun Tarik Biaya Pelunasan

PURWOREJO, Radar Bromo – Ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kota Pasuruan belum juga mendapatkan kepastian terkait keberangkatan ibadah haji tahun ini. Dua CJH yang semestinya bertolak ke tanah suci tahun lalu pun, lebih memilih untuk menarik kembali setoran pelunasan.

Plt Kepala Kemenag Kota Pasuruan Munif mengatakan, pihaknya akan mengikuti ketentuan dari pemerintah pusat. Memang sejauh ini, rencana penyelenggaraan haji masih berpatokan pada kalender Hijriyah dan asumsi normal setiap tahun. “Sesuai arahan pusat, Kemenag saat ini tetap melakukan penjadwalan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” bebernya.

Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan apakah ibadah haji 2021 bisa terlaksana atau tidak. Itu, lantaran pemerintah juga masih menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi apakah mereka akan membuka pelaksanaan ibadah yang menjadi rukun Islam kelima tahun ini atau tidak.

“Kalau estimasi dalam kondisi normal pada 1 Juni 2021 itu, diharapkan kloter pertama sudah berangkat, andaikata Saudi dibuka,” beber Munif.

Pihaknya bahkan tidak jarang mendapat pertanyaan dari CJH yang gagal berangkat tahun lalu. Mereka menanyakan kepastian keberangkatan haji tahun ini. “Ya hampir tiap hari calon jamaah itu tanya kepastiannya. Kami pun masih menunggu,” ujarnya.

Diketahui, jumlah CJH asal Kota Pasuruan yang sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji sebanyak 214 orang. Mereka seharusnya berangkat ke Arab Saudi tahun lalu.

Tetapi keberangkatannya ditunda akibat pandemi Covid-19. Usai penundaan keberangkatan, pemerintah pun memberikan tawaran bagi CJH.

Mereka diperbolehkan menarik kembali biaya setoran pelunasan jika berkehendak. Di Kota Pasuruan ada dua CJH yang menarik kembali biaya setoran pelunasan itu. Masing-masing memiliki alasan tersendiri.

“Ada yang memang itu karena pinjaman, sehingga ditarik lagi. Kemudian ada yang sudah sepuh (tua) jadi mungkin ada kekhawatiran sendiri,” jelas Munif.

Meski begitu, mereka yang memilih untuk menarik biaya setoran pelunasan, bukan berarti dicoret dari daftar CJH. Apabila sudah ada kepastian mengenai keberangkatan, 214 CJH itulah yang diprioritaskan untuk berangkat.

Namun bagi mereka yang terlanjur menarik biaya pelunasan, harus menyesuaikan dengan biaya perjalanan ibadah haji yang terbaru. Dengan kata lain, mereka harus menambah setoran pelunasan jika biaya perjalanan ibadah haji bertambah. (tom/mie)

PURWOREJO, Radar Bromo – Ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kota Pasuruan belum juga mendapatkan kepastian terkait keberangkatan ibadah haji tahun ini. Dua CJH yang semestinya bertolak ke tanah suci tahun lalu pun, lebih memilih untuk menarik kembali setoran pelunasan.

Plt Kepala Kemenag Kota Pasuruan Munif mengatakan, pihaknya akan mengikuti ketentuan dari pemerintah pusat. Memang sejauh ini, rencana penyelenggaraan haji masih berpatokan pada kalender Hijriyah dan asumsi normal setiap tahun. “Sesuai arahan pusat, Kemenag saat ini tetap melakukan penjadwalan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” bebernya.

Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan apakah ibadah haji 2021 bisa terlaksana atau tidak. Itu, lantaran pemerintah juga masih menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi apakah mereka akan membuka pelaksanaan ibadah yang menjadi rukun Islam kelima tahun ini atau tidak.

“Kalau estimasi dalam kondisi normal pada 1 Juni 2021 itu, diharapkan kloter pertama sudah berangkat, andaikata Saudi dibuka,” beber Munif.

Pihaknya bahkan tidak jarang mendapat pertanyaan dari CJH yang gagal berangkat tahun lalu. Mereka menanyakan kepastian keberangkatan haji tahun ini. “Ya hampir tiap hari calon jamaah itu tanya kepastiannya. Kami pun masih menunggu,” ujarnya.

Diketahui, jumlah CJH asal Kota Pasuruan yang sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji sebanyak 214 orang. Mereka seharusnya berangkat ke Arab Saudi tahun lalu.

Tetapi keberangkatannya ditunda akibat pandemi Covid-19. Usai penundaan keberangkatan, pemerintah pun memberikan tawaran bagi CJH.

Mereka diperbolehkan menarik kembali biaya setoran pelunasan jika berkehendak. Di Kota Pasuruan ada dua CJH yang menarik kembali biaya setoran pelunasan itu. Masing-masing memiliki alasan tersendiri.

“Ada yang memang itu karena pinjaman, sehingga ditarik lagi. Kemudian ada yang sudah sepuh (tua) jadi mungkin ada kekhawatiran sendiri,” jelas Munif.

Meski begitu, mereka yang memilih untuk menarik biaya setoran pelunasan, bukan berarti dicoret dari daftar CJH. Apabila sudah ada kepastian mengenai keberangkatan, 214 CJH itulah yang diprioritaskan untuk berangkat.

Namun bagi mereka yang terlanjur menarik biaya pelunasan, harus menyesuaikan dengan biaya perjalanan ibadah haji yang terbaru. Dengan kata lain, mereka harus menambah setoran pelunasan jika biaya perjalanan ibadah haji bertambah. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/