alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Anggaran Seragam Gratis di Kota Pasuruan Membengkak

PURWOREJO, Radar Bromo – Rencana memberikan seragam gratis untuk pelajar di jenjang pendidikan SD hingga SMP di Kota Pasuruan, tak surut. Rencana itu sejatinya sudah ada sejak dua tahun lalu, namun mengalami gagal lelang. Karena itu, pemkot setempat kembali mengupayakan realisasi pengadaan seragam gratis tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arief membeberkan, seragam gratis itu diperuntukkan bagi seluruh pelajar yang mengenyam pendidikan dasar. Baik di jenjang SD hingga SMP negeri dan swasta. Anggaran yang sudah dialokasikan dari APBD 2021 sebesar Rp 14,5 miliar.

Anggaran itu terbilang lebih besar ketimbang yang diajukan tahun lalu. Pemkot sebelumnya mengalokasikan untuk pengadaan seragam gratis itu senilai Rp 7,2 miliar. Namun sayang proyek itu mengalami gagal lelang.

Ayik –sapaan akrab Mualif Arief- menjelaskan, alokasi yang disiapkan tahun ini memang lebih besar karena ada tambahan kebutuhan. “Jadi ada alokasi untuk ongkos jahit sebesar Rp 150 ribu untuk dua stel seragam,” bebernya.

Alokasi untuk ongkos jahit itu diharapkan bisa meringankan beban orang tua. Apalagi di tengah kesulitan ekonomi dampak pandemi Covid-19 saat ini. Melalui anggaran itu pula, seragam gratis bisa mencakup 130 sekolah yang ada di Kota Pasuruan.

Sedangkan jumlah pelajar yang terdata dari dua jenjang pendidikan itu sebanyak 33.271 pelajar. “Dialokasikan untuk dua stel seragam kepada pelajar SD dan SMP,” ungkap Ayik –sapaan Mualif Arief.

Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan Dedy Tjahjo Poernomo menyambut baik rencana Pemkot yang akan merealisasikan bantuan seragam sekolah itu. Menurutnya, masyarakat akan merasakan manfaatnya secara langsung dengan pengadaan seragam gratis. Apalagi, anggaran yang disediakan sudah disertai dengan ongkos jahit.

“Dengan adanya ongkos jahit, akan sangat meringankan orang tua. Sekaligus juga menghidupkan perekonomian masyarakat di masa pandemi, khususnya kalangan penjahit,” katanya. (tom/mie)

PURWOREJO, Radar Bromo – Rencana memberikan seragam gratis untuk pelajar di jenjang pendidikan SD hingga SMP di Kota Pasuruan, tak surut. Rencana itu sejatinya sudah ada sejak dua tahun lalu, namun mengalami gagal lelang. Karena itu, pemkot setempat kembali mengupayakan realisasi pengadaan seragam gratis tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arief membeberkan, seragam gratis itu diperuntukkan bagi seluruh pelajar yang mengenyam pendidikan dasar. Baik di jenjang SD hingga SMP negeri dan swasta. Anggaran yang sudah dialokasikan dari APBD 2021 sebesar Rp 14,5 miliar.

Anggaran itu terbilang lebih besar ketimbang yang diajukan tahun lalu. Pemkot sebelumnya mengalokasikan untuk pengadaan seragam gratis itu senilai Rp 7,2 miliar. Namun sayang proyek itu mengalami gagal lelang.

Ayik –sapaan akrab Mualif Arief- menjelaskan, alokasi yang disiapkan tahun ini memang lebih besar karena ada tambahan kebutuhan. “Jadi ada alokasi untuk ongkos jahit sebesar Rp 150 ribu untuk dua stel seragam,” bebernya.

Alokasi untuk ongkos jahit itu diharapkan bisa meringankan beban orang tua. Apalagi di tengah kesulitan ekonomi dampak pandemi Covid-19 saat ini. Melalui anggaran itu pula, seragam gratis bisa mencakup 130 sekolah yang ada di Kota Pasuruan.

Sedangkan jumlah pelajar yang terdata dari dua jenjang pendidikan itu sebanyak 33.271 pelajar. “Dialokasikan untuk dua stel seragam kepada pelajar SD dan SMP,” ungkap Ayik –sapaan Mualif Arief.

Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan Dedy Tjahjo Poernomo menyambut baik rencana Pemkot yang akan merealisasikan bantuan seragam sekolah itu. Menurutnya, masyarakat akan merasakan manfaatnya secara langsung dengan pengadaan seragam gratis. Apalagi, anggaran yang disediakan sudah disertai dengan ongkos jahit.

“Dengan adanya ongkos jahit, akan sangat meringankan orang tua. Sekaligus juga menghidupkan perekonomian masyarakat di masa pandemi, khususnya kalangan penjahit,” katanya. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/