alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Syarat Tes Antigen, Kuota Wisatawan Bromo Tak Penuh saat Tahun Baru

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

TOSARI, Radar Bromo – Jumlah wisatawan Bromo pada tahun ini tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Pandemi yang belum berlalu dan pengetatan protokol kesehatan (prokes) jadi pemicunya.

Kasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Wilayah I Sarmin menjelaskan, beberapa hari menjelang libur tahun baru, pihaknya mengadakan pengetatan prokes. Yaitu, meliputi pemakaian masker, mencuci tangan, dan juga menjaga jarak.

Selain itu, juga ada syarat pengunjung yang datang harus menunjukkan tes antigen yang masih berlaku. “Semuanya dilakukan guna menghentikan penyebaran Covid-19. Sehingga, mengantisipasi ada klaster wisata,” kata Sarmin.

Pengetatan prokes yang dilakukan juga untuk mengantisipasi membeludaknya pengunjung. “Sebab, setiap tahun pasti membeludak. Karena itu, untuk antisipasi kerumunan, penerapan prokes diperketat,” jelasnya.

Dari catatan TNBTS, dari kuota 1.001 pengunjung untuk semua wilayah (Site Bukit Cinta: 35 orang; site Penanjakan: 214 orang; site Bukit Kedaluh: 107 orang; site Sabana Teletubies/Laut Pasir: 520 orang; site Mentigen: 125 orang) tidak sampai 100 persen terisi penuh. “Tidak full. Dari kuota yang disediakan hanya 90 persen,” ungkap Sarmin.

Sebelumnya, TNBTS menyediakan kuota wisatawan sebanyak 50 persen dari kapasitas. Kemudian dipangkas menjadi 30 persen. Dari kuota itu, hanya terisi 90 persen.

Sarmin menerangkan, faktor yang sangat mempengaruhi wisatawan datang adalah adanya kebijakan tiap wisatawan wajib menunjukkan rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum berkunjung ke Bromo.

Diketahui, kebijakan menunjukkan rapid test antigen itu berlaku mulai 30 Desember sampai 3 Januari “Kan mahalan tesnya daripada tiket masuknya. Jadi ya karena itu mungkin,” jelas Sarmin. (sid/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

TOSARI, Radar Bromo – Jumlah wisatawan Bromo pada tahun ini tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Pandemi yang belum berlalu dan pengetatan protokol kesehatan (prokes) jadi pemicunya.

Kasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Wilayah I Sarmin menjelaskan, beberapa hari menjelang libur tahun baru, pihaknya mengadakan pengetatan prokes. Yaitu, meliputi pemakaian masker, mencuci tangan, dan juga menjaga jarak.

Selain itu, juga ada syarat pengunjung yang datang harus menunjukkan tes antigen yang masih berlaku. “Semuanya dilakukan guna menghentikan penyebaran Covid-19. Sehingga, mengantisipasi ada klaster wisata,” kata Sarmin.

Mobile_AP_Half Page

Pengetatan prokes yang dilakukan juga untuk mengantisipasi membeludaknya pengunjung. “Sebab, setiap tahun pasti membeludak. Karena itu, untuk antisipasi kerumunan, penerapan prokes diperketat,” jelasnya.

Dari catatan TNBTS, dari kuota 1.001 pengunjung untuk semua wilayah (Site Bukit Cinta: 35 orang; site Penanjakan: 214 orang; site Bukit Kedaluh: 107 orang; site Sabana Teletubies/Laut Pasir: 520 orang; site Mentigen: 125 orang) tidak sampai 100 persen terisi penuh. “Tidak full. Dari kuota yang disediakan hanya 90 persen,” ungkap Sarmin.

Sebelumnya, TNBTS menyediakan kuota wisatawan sebanyak 50 persen dari kapasitas. Kemudian dipangkas menjadi 30 persen. Dari kuota itu, hanya terisi 90 persen.

Sarmin menerangkan, faktor yang sangat mempengaruhi wisatawan datang adalah adanya kebijakan tiap wisatawan wajib menunjukkan rapid test antigen paling lama 3 x 24 jam sebelum berkunjung ke Bromo.

Diketahui, kebijakan menunjukkan rapid test antigen itu berlaku mulai 30 Desember sampai 3 Januari “Kan mahalan tesnya daripada tiket masuknya. Jadi ya karena itu mungkin,” jelas Sarmin. (sid/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2