alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Sampah Kab Pasuruan 500 Ton Lebih Per Hari, Tertangani 75 Ton

PASURUAN, Radar Bromo – Produksi sampah Kabupaten Pasuruan diperkirakan mencapai lebih dari 500 ton per hari. Namun, yang bisa ditangani baru sekitar 75 ton per hari. Sangat kecil.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Farianto menyebutkan, produksi sampah di Kabupaten Pasuruan bisa mencapai ratusan, bahkan ribuan ton. Setiap hari. Baik sampah dari rumah tangga maupun sampah-sampah lain.

DLH baru mampu menangani 75 ton sampah. Itu pun sampah hasil sortiran dari tempat penampungan sementara (TPS). Rata-rata merupakan sampah anorganik. Sebab, yang organik telah dipilah-pilah.

”Yang pasti kebanyakan bukan organik,” terangnya.

Untuk mengatasi masalah persampahan, pemkab memiliki sekitar 45 tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) yang tersebar di seluruh kecamatan. Bahkan, pada 2021 ini, DLH menambah lagi 18 TPS. Tujuannya, mengatasi masalah sampah.

”Ini sudah dibangun. Kami terus berupaya menyelesaikan masalah sampah ini,” katanya.

Anggaran pembangunan TPS sekitar Rp 200 juta. Tetapi, terkena refocusing menjadi Rp 150 juta. Heru berharap penambahan TPS3R itu dapat membantu mengatasi sampah di daerah.(sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Produksi sampah Kabupaten Pasuruan diperkirakan mencapai lebih dari 500 ton per hari. Namun, yang bisa ditangani baru sekitar 75 ton per hari. Sangat kecil.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Farianto menyebutkan, produksi sampah di Kabupaten Pasuruan bisa mencapai ratusan, bahkan ribuan ton. Setiap hari. Baik sampah dari rumah tangga maupun sampah-sampah lain.

DLH baru mampu menangani 75 ton sampah. Itu pun sampah hasil sortiran dari tempat penampungan sementara (TPS). Rata-rata merupakan sampah anorganik. Sebab, yang organik telah dipilah-pilah.

”Yang pasti kebanyakan bukan organik,” terangnya.

Untuk mengatasi masalah persampahan, pemkab memiliki sekitar 45 tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) yang tersebar di seluruh kecamatan. Bahkan, pada 2021 ini, DLH menambah lagi 18 TPS. Tujuannya, mengatasi masalah sampah.

”Ini sudah dibangun. Kami terus berupaya menyelesaikan masalah sampah ini,” katanya.

Anggaran pembangunan TPS sekitar Rp 200 juta. Tetapi, terkena refocusing menjadi Rp 150 juta. Heru berharap penambahan TPS3R itu dapat membantu mengatasi sampah di daerah.(sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/