alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Kasus Dugaan Penipuan Anggota DPRD Pasuruan, Periksa Saksi Tambahan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Proses penyidikan dugaan penggelapan yang menyeret anggota DPRD Kota Pasuruan, Helmi terus bergulir. Demi melengkapi berkas penyidikan, Polres Pasuruan Kota kembali melakukan pemeriksaan tambahan pada sejumlah saksi.

Kanit Tipidter Polres Pasuruan Kota Iptu Hajir Sujalmo mengungkapkan, pihaknya diminta oleh Kejari Kota Pasuruan untuk melengkapi berkas penyidikan Helmi. Karena itu, penyidik kembali melakukan pemanggilan pada sejumlah saksi.

Ia menjelaskan ada empat orang saksi yang dimintai keterangan. Mereka dinilai mengetahui peristiwa dugaan penipuan yang dilaporkan oleh Khamisa pada 2015 lalu.

Tiga di antaranya sudah memberikan keterangan. Sementara satu orang saksi lainnya belum bisa hadir karena sakit. “Pekan lalu, kami sudah memeriksa tiga saksi. Mereka adalah pelapor dan kerabat pelapor. Keterangan mereka (saksi tambahan) memperkuat adanya dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Helmi,” ungkap Hajir.

Hajir mengaku, pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan kedua pada satu saksi lainnya. Direncanakan pekan depan pemeriksaan pada saksi ini bisa dilakukan.

Sehingga pihaknya bisa segera kembali memeriksa Helmi sebelum berkas penyidikan kasus ini diserahkan kembali pada Kejari Kota Pasuruan.

“Kami sudah menyiapkan surat pemanggilannya. Mudah-mudahan minggu depan bisa hadir. Pemanggilan akan dilakukan sebanyak dua kali. Kalau memang tidak bisa karena sakit, penyidik nanti yang datang ke rumahnya,” jelas Hajir.

Kuasa Hukum pelapor Khamisa, Anam Supriyanto membenarkan pemanggilan yang dilakukan Polres Pasuruan Kota pada kliennya. Pertanyaan yang diajukan oleh penyidik seputar modus yang dilakukan Helmi agar kliennya mau memberikan pinjaman dan jumlah uang serta keuntungan yang dijanjikan. Selain itu, penyidik juga menanyakan soal masalah tes CPNS.

“Intinya kami jawab klien kami bersedia meminjamkan uang karena Helmi berjanji akan mengembalikan plus keuntungannya. Selain itu, ada pula uang yang diberikan agar cucu klien saya bisa lulus tes CPNS,” sebutnya.

Diketahui, Helmi dilaporkan oleh Khamisa, warga Jalan Diponegoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Pria yang merupakan anggota dewan ini dilaporkan melakukan penipuan dan penggelapan sebesar Rp 1,32 miliar. Saat meminjam, Helmi berjanji akan mengembalikan dengan keuntungan sebesar lima persen. Pinjaman ini dilakukan pada 2015 silam.

Sebelumnya, kuasa hukum Helmi, Wiwin Ariesta menyebut kliennya sudah bertindak kooperatif. Helmi tidak pernah ada niatan untuk tidak membayar atau menipu Khamisa.

Menurutnya, Helmi sudah menyicil utangnya pada Khamisa sebesar Rp 200 juta. Bahkan, pada Mei dan Juni 2020 Helmi berniat untuk kembali menyicil utangnya pada Khamisa. Masing-masing senilai Rp 100 juta dan Rp 50 juta.

Namun, Khamisa dan kuasa hukumnya menolak. Mereka bersikukuh untuk terus melanjutkan laporan tersebut pada Polres Pasuruan Kota. (riz/mie)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Proses penyidikan dugaan penggelapan yang menyeret anggota DPRD Kota Pasuruan, Helmi terus bergulir. Demi melengkapi berkas penyidikan, Polres Pasuruan Kota kembali melakukan pemeriksaan tambahan pada sejumlah saksi.

Kanit Tipidter Polres Pasuruan Kota Iptu Hajir Sujalmo mengungkapkan, pihaknya diminta oleh Kejari Kota Pasuruan untuk melengkapi berkas penyidikan Helmi. Karena itu, penyidik kembali melakukan pemanggilan pada sejumlah saksi.

Ia menjelaskan ada empat orang saksi yang dimintai keterangan. Mereka dinilai mengetahui peristiwa dugaan penipuan yang dilaporkan oleh Khamisa pada 2015 lalu.

Tiga di antaranya sudah memberikan keterangan. Sementara satu orang saksi lainnya belum bisa hadir karena sakit. “Pekan lalu, kami sudah memeriksa tiga saksi. Mereka adalah pelapor dan kerabat pelapor. Keterangan mereka (saksi tambahan) memperkuat adanya dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Helmi,” ungkap Hajir.

Hajir mengaku, pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan kedua pada satu saksi lainnya. Direncanakan pekan depan pemeriksaan pada saksi ini bisa dilakukan.

Sehingga pihaknya bisa segera kembali memeriksa Helmi sebelum berkas penyidikan kasus ini diserahkan kembali pada Kejari Kota Pasuruan.

“Kami sudah menyiapkan surat pemanggilannya. Mudah-mudahan minggu depan bisa hadir. Pemanggilan akan dilakukan sebanyak dua kali. Kalau memang tidak bisa karena sakit, penyidik nanti yang datang ke rumahnya,” jelas Hajir.

Kuasa Hukum pelapor Khamisa, Anam Supriyanto membenarkan pemanggilan yang dilakukan Polres Pasuruan Kota pada kliennya. Pertanyaan yang diajukan oleh penyidik seputar modus yang dilakukan Helmi agar kliennya mau memberikan pinjaman dan jumlah uang serta keuntungan yang dijanjikan. Selain itu, penyidik juga menanyakan soal masalah tes CPNS.

“Intinya kami jawab klien kami bersedia meminjamkan uang karena Helmi berjanji akan mengembalikan plus keuntungannya. Selain itu, ada pula uang yang diberikan agar cucu klien saya bisa lulus tes CPNS,” sebutnya.

Diketahui, Helmi dilaporkan oleh Khamisa, warga Jalan Diponegoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Pria yang merupakan anggota dewan ini dilaporkan melakukan penipuan dan penggelapan sebesar Rp 1,32 miliar. Saat meminjam, Helmi berjanji akan mengembalikan dengan keuntungan sebesar lima persen. Pinjaman ini dilakukan pada 2015 silam.

Sebelumnya, kuasa hukum Helmi, Wiwin Ariesta menyebut kliennya sudah bertindak kooperatif. Helmi tidak pernah ada niatan untuk tidak membayar atau menipu Khamisa.

Menurutnya, Helmi sudah menyicil utangnya pada Khamisa sebesar Rp 200 juta. Bahkan, pada Mei dan Juni 2020 Helmi berniat untuk kembali menyicil utangnya pada Khamisa. Masing-masing senilai Rp 100 juta dan Rp 50 juta.

Namun, Khamisa dan kuasa hukumnya menolak. Mereka bersikukuh untuk terus melanjutkan laporan tersebut pada Polres Pasuruan Kota. (riz/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/