alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Puluhan Penerima Bansos di Kab Pasuruan Pilih Mundur

PASURUAN, Radar Bromo – Sebagian penerima bantuan sosial (bansos) memilih mengundurkan diri. Mereka merasa sudah tidak pantas lagi menerima bantuan dari pemerintah tersebut.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan Suwito Adi menjelaskan, selama Januari sampai Juli 2022 ini, ada 78 penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) mengundurkan diri. Keluarga penerima manfaat (KPM) itu tidak lagi merasa tidak mampu.

”Jadi, tanpa paksaan,” katanya.

Menurut Suwito, pengunduran ini terkait dengan graduasi. Graduasi ada dua jenis, yaitu alami dan mandiri. Yang alami ada 302. Graduasi alami adalah KPM penerima PKH meninggal sehingga secara otomatis dianggap mengundurkan diri. Graduasi mandiri menyatakan memilih mengundurkan diri.

”Total penerima bansos PKH ada 71.393 KPM. Kami lakukan sosialisasi. Jadi, yang memang sudah tidak berhak kami beri pengertian agar mereka bisa mengundurkan diri,” terangnya.

Selain hasil tinjauan ke lapangan, warga yang dinilai tidak berhak lagi mendapatkan bantuan juga dinilai berdasar laporan dari pemerintah desa setempat. Dinsos kemudian mendatangi yang bersangkutan untuk diberi pengertian. Caranya, tidak memaksa yang bersangkutan untuk mundur.

”Kami dampingi terus masyarakat yang dilaporkan itu. Jadi, mereka tidak secara terpaksa. Tapi memang mundur sukarela,” jelasnya.

PASURUAN, Radar Bromo – Sebagian penerima bantuan sosial (bansos) memilih mengundurkan diri. Mereka merasa sudah tidak pantas lagi menerima bantuan dari pemerintah tersebut.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan Suwito Adi menjelaskan, selama Januari sampai Juli 2022 ini, ada 78 penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) mengundurkan diri. Keluarga penerima manfaat (KPM) itu tidak lagi merasa tidak mampu.

”Jadi, tanpa paksaan,” katanya.

Menurut Suwito, pengunduran ini terkait dengan graduasi. Graduasi ada dua jenis, yaitu alami dan mandiri. Yang alami ada 302. Graduasi alami adalah KPM penerima PKH meninggal sehingga secara otomatis dianggap mengundurkan diri. Graduasi mandiri menyatakan memilih mengundurkan diri.

”Total penerima bansos PKH ada 71.393 KPM. Kami lakukan sosialisasi. Jadi, yang memang sudah tidak berhak kami beri pengertian agar mereka bisa mengundurkan diri,” terangnya.

Selain hasil tinjauan ke lapangan, warga yang dinilai tidak berhak lagi mendapatkan bantuan juga dinilai berdasar laporan dari pemerintah desa setempat. Dinsos kemudian mendatangi yang bersangkutan untuk diberi pengertian. Caranya, tidak memaksa yang bersangkutan untuk mundur.

”Kami dampingi terus masyarakat yang dilaporkan itu. Jadi, mereka tidak secara terpaksa. Tapi memang mundur sukarela,” jelasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/