alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Butuh 400 Meter untuk Pelebaran Simpang Empat–Exit Tol Kebonagung

PASURUAN, Radar Bromo – Rencana Pemprov Jatim melakukan pelebaran pada perempatan Kebonagung, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, yang mengarah ke Kota Surabaya terus dimatangkan. Balai Besar Pelaksanaaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII menyebut pihaknya akan menerjunkan tim konsultan untuk melakukan survei pada ruas jalur nasional tersebut dalam waktu dekat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol Pasuruan Probolinggo Rudy Napitupulu mengungkapkan keinginan untuk melebarkan perempatan Kebonagung masih ada. Sesuai rencana awal, BBPJN akan melebarkan sisi barat Kebonagung. Namun pelebaran ini tidak akan dilakukan tahun ini, sebab pengajuan dana pada pusat tidak turun.

“Kami sempat kembali mengajukan di akhir tahun 2019 lalu. Cuma ternyata belum disetujui. Sebab, pusat melihat ada yang lebih mendesak. Tahun ini kami hanya diberi untuk rehab ruas jalur nasional di wilayah pantura dan arah Bromo saja. Namun, yang pasti rencana pelebaran tetap jalan. Kami akan terus mengajukan hal ini pada pusat,” ungkapnya.

Pria asal Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) ini menjelaskan, Balai Besar sudah mulai mengajukan pelebaran sejak 2018 lalu. Namun, pengajuan ini belum mendapatkan jawaban. Karena itu, pihaknya akan menerjunkan konsultan ke lokasi ini. Konsultan ini akan menilai tingkat urgensi yang dibutuhkan. Hasil survei inilah yang akan disampaikan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).

Menurutnya, rencana pelebaran nantinya tidak mengalami perubahan dari sebelumnya. Pelebaran bakal dilakukan dari persimpangan ke arah barat menuju exit tol Bukir. Panjang areal yang dilebarkan mencapai 800 meter. Sementara, areal yang perlu dibebaskan sepanjang 400 meter.

Pelebaran ini perlu dilakukan. Sebab, simpang empat Kebonagung kerap macet. Utamanya, pada jam-jam sibuk seperti pada pagi dan siang hari. Kondisi ini tidak terlepas keberadaan exit tol di Kelurahan Bukir sehingga intensitas kendaraan semakin padat.

“Kami akan menerjunkan tim konsultan dulu. Ini sebagai dasar pelaporan kami ke pusat. Sehingga, memudahkan kami untuk merealisasikan pelebarannya nanti. Yang jelas, butuh anggaran yang tidak sedikit karena perkiraan luas areal yang perlu dibebaskan itu sekitar 6.000 meter persegi,” kata Rudy. (riz/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Rencana Pemprov Jatim melakukan pelebaran pada perempatan Kebonagung, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, yang mengarah ke Kota Surabaya terus dimatangkan. Balai Besar Pelaksanaaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII menyebut pihaknya akan menerjunkan tim konsultan untuk melakukan survei pada ruas jalur nasional tersebut dalam waktu dekat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol Pasuruan Probolinggo Rudy Napitupulu mengungkapkan keinginan untuk melebarkan perempatan Kebonagung masih ada. Sesuai rencana awal, BBPJN akan melebarkan sisi barat Kebonagung. Namun pelebaran ini tidak akan dilakukan tahun ini, sebab pengajuan dana pada pusat tidak turun.

“Kami sempat kembali mengajukan di akhir tahun 2019 lalu. Cuma ternyata belum disetujui. Sebab, pusat melihat ada yang lebih mendesak. Tahun ini kami hanya diberi untuk rehab ruas jalur nasional di wilayah pantura dan arah Bromo saja. Namun, yang pasti rencana pelebaran tetap jalan. Kami akan terus mengajukan hal ini pada pusat,” ungkapnya.

Pria asal Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) ini menjelaskan, Balai Besar sudah mulai mengajukan pelebaran sejak 2018 lalu. Namun, pengajuan ini belum mendapatkan jawaban. Karena itu, pihaknya akan menerjunkan konsultan ke lokasi ini. Konsultan ini akan menilai tingkat urgensi yang dibutuhkan. Hasil survei inilah yang akan disampaikan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).

Menurutnya, rencana pelebaran nantinya tidak mengalami perubahan dari sebelumnya. Pelebaran bakal dilakukan dari persimpangan ke arah barat menuju exit tol Bukir. Panjang areal yang dilebarkan mencapai 800 meter. Sementara, areal yang perlu dibebaskan sepanjang 400 meter.

Pelebaran ini perlu dilakukan. Sebab, simpang empat Kebonagung kerap macet. Utamanya, pada jam-jam sibuk seperti pada pagi dan siang hari. Kondisi ini tidak terlepas keberadaan exit tol di Kelurahan Bukir sehingga intensitas kendaraan semakin padat.

“Kami akan menerjunkan tim konsultan dulu. Ini sebagai dasar pelaporan kami ke pusat. Sehingga, memudahkan kami untuk merealisasikan pelebarannya nanti. Yang jelas, butuh anggaran yang tidak sedikit karena perkiraan luas areal yang perlu dibebaskan itu sekitar 6.000 meter persegi,” kata Rudy. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/