alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Lapas Pasuruan Banyak Terima “Kiriman” Daerah Lain

PURWOREJO, Radar Bromo – Penuh dan sesak. Inilah yang dirasakan para penghuni di Lapas Pasuruan Klas IIB Pasuruan. Kini sebagian besar yang menghuni Lapas IIB Pasuruan merupakan narapidana pindahan dari daerah lain. Sehingga jumlah warga binaan saat ini terus bertambah, hingga membuat kapasitas hunian overload.

Berdasarkan data terakhir, jumlah warga binaan di lapas itu berjumlah 826. Terdiri dari 757 narapidana dan 69 tahanan. Sedangkan kapasitasnya sendiri jauh di bawah itu.

“Kapasitas lapas saat ini 300 orang,” kata Kasi Binadik dan Giatja Lapas IIB Pasuruan, Wenda Indra Bahtiar.

Menurutnya, sebagian besar narapidana merupakan pindahan dari lapas atau rutan lain. Seperti Bangil, Surabaya, Lumajang, dan Madura. ”Kalau dilihat dari domisilinya, mayoritas memang luar Pasuruan,” jelasnya.

Kondisi lapas yang makin sesak itu tentu membuat petugas bekerja ekstra keras. Mereka harus memastikan kehidupan warga binaan tetap kondusif. Jauh dari konflik.

Karena itu warga binaan terkadang dihadapkan dengan beragam kesibukan. Misalnya kegiatan di bengkel kerja. ”Itu memang menjadi salah satu program pembinaan. Sekaligus mengasah keterampilan warga binaan,” ujarnya.

Kesibukan di bengkel kerja itu pula, menjadi salah satu kegiatan agar warga binaan terhindar dari konflik. ”Dengan keterampilan yang dipunyai sewaktu di bengkel kerja, bisa jadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat,” tandasnya. (tom/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Penuh dan sesak. Inilah yang dirasakan para penghuni di Lapas Pasuruan Klas IIB Pasuruan. Kini sebagian besar yang menghuni Lapas IIB Pasuruan merupakan narapidana pindahan dari daerah lain. Sehingga jumlah warga binaan saat ini terus bertambah, hingga membuat kapasitas hunian overload.

Berdasarkan data terakhir, jumlah warga binaan di lapas itu berjumlah 826. Terdiri dari 757 narapidana dan 69 tahanan. Sedangkan kapasitasnya sendiri jauh di bawah itu.

“Kapasitas lapas saat ini 300 orang,” kata Kasi Binadik dan Giatja Lapas IIB Pasuruan, Wenda Indra Bahtiar.

Menurutnya, sebagian besar narapidana merupakan pindahan dari lapas atau rutan lain. Seperti Bangil, Surabaya, Lumajang, dan Madura. ”Kalau dilihat dari domisilinya, mayoritas memang luar Pasuruan,” jelasnya.

Kondisi lapas yang makin sesak itu tentu membuat petugas bekerja ekstra keras. Mereka harus memastikan kehidupan warga binaan tetap kondusif. Jauh dari konflik.

Karena itu warga binaan terkadang dihadapkan dengan beragam kesibukan. Misalnya kegiatan di bengkel kerja. ”Itu memang menjadi salah satu program pembinaan. Sekaligus mengasah keterampilan warga binaan,” ujarnya.

Kesibukan di bengkel kerja itu pula, menjadi salah satu kegiatan agar warga binaan terhindar dari konflik. ”Dengan keterampilan yang dipunyai sewaktu di bengkel kerja, bisa jadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat,” tandasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/