Cegah Covid 19, Lapas Pasuruan Ajukan Asimilasi 194 Napi

PASURUAN, Radar Bromo-Adanya Peraturan Menkumham soal antisipasi korona, Lapas IIB Pasuruan bakal membebaskan 194 Napi. Dalam dua hari terakhir, sudah ada 34 napi yang bebas.

Kepala Lapas IIB Pasuruan Wahyu Indarto mengutarakan, tidak semua napi diajukan untuk mendapatkan hak asimilasi. Sebab, pengajuan hak asimilasi bisa dilakukan hanya untuk napi tertentu.

Syaratnya, sudah menjalani separo dari masa pidana, berkelakuan baik selama enam bulan terakhir, dan tidak tercatat dalam buku pelanggaran disiplin lapas. Kecuali narapidana kasus narkotika dengan hukuman 5 tahun atau lebih, illegal logging, korupsi, dan terorisme, semua narapidana bisa mendapatkan hak asimilasi itu.

“Berdasarkan pemetaan yang kami lakukan terhadap narapidana, ada 194 narapidana yang memenuhi syarat. Sudah kami ajukan seluruhnya ke Kemenkum HAM,” tutur Wahyu.

Itu artinya, ada 434 narapidana yang belum memenuhi syarat untuk diajukan mendapat hak asimilasi. Narapidana yang mendapatkan hak asimilasi itu bisa kembali berbaur dengan keluarganya. Namun, bukan berarti mereka bebas sepenuhnya.

“Selama menjalani asimilasi, mereka tetap di bawah pengawasan. Narapidana yang menjalani hukuman pokok hanya wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) setempat. Sedangkan narapidana dengan hukuman subsider, tidak hanya diawasi oleh Bapas, tapi juga oleh Kejaksaan,” tambah Wahyu.

Kendati demikian, 194 narapidana yang diajukan mendapat hak asimilasi tidak bisa langsung keluar dari lapas secara bersamaan. Sebab, surat keputusan yang diterbitkan Kemenkum HAM RI juga bertahap. “Selama dua hari ini, ada 34 narapidana yang SK-nya sudah turun,” jelas Wahyu. (tom/hn)