alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

560 GTT-PTT di Kota Pasuruan Belum Terima Insentif

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tidak hanya di Kota Probolinggo. Guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) negeri di Kota Pasuruan juga belum menerima insentif atau gaji.

Mereka belum menerima gaji selama dua bulan. Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan masih akan mengajukan pencairan gaji.

Pelaksana tugas (Plt) Kabid Tenaga Pendidik (Tendik) pada Dinas P dan K Giguk mengungkapkan, ada 560 GTT/PTT yang dialokasikan mendapatkan insentif tahun ini. Rinciannya, 245 GTT dan sisanya 315 PTT. Total insentif yang disiapkan Rp 6,153 miliar selama setahun.

“Insentif yang diberikan sama dengan tahun lalu. Tidak ada perubahan. Untuk GTT sebesar Rp 1 juta sementara PTT sebesar Rp 850 ribu tiap bulan,” ungkapnya.

Giguk menjelaskan, insentif ini biasanya dicairkan pada penerima setiap bulan. Namun saat ini, P dan K belum mencairkan insentif mereka selama dua bulan atau senilai Rp 1.025.500.000 untuk periode Januari dan Februari. Saat ini proses pencairan masih terus dilakukan.

Giguk mengaku, keterlambatan ini lebih disebabkan oleh hal teknis. P dan K menurutnya, perlu memverifikasi dan memvalidasi dahulu data penerimanya. Mulai dari nomor KTP, rekening, beban tugas, serta surat keputusan (SK) pengangkatan mereka sebagai GTT/PTT di lembaga setempat.

“Dua bulan ini belum bayaran. Cuma masalah teknis saja. Saat ini kami masih proses pengajuan SK penerima insentifnya ke wali kota. Selanjutnya bisa diproses,” sebut Giguk. (riz/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tidak hanya di Kota Probolinggo. Guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) negeri di Kota Pasuruan juga belum menerima insentif atau gaji.

Mereka belum menerima gaji selama dua bulan. Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan masih akan mengajukan pencairan gaji.

Pelaksana tugas (Plt) Kabid Tenaga Pendidik (Tendik) pada Dinas P dan K Giguk mengungkapkan, ada 560 GTT/PTT yang dialokasikan mendapatkan insentif tahun ini. Rinciannya, 245 GTT dan sisanya 315 PTT. Total insentif yang disiapkan Rp 6,153 miliar selama setahun.

Mobile_AP_Half Page

“Insentif yang diberikan sama dengan tahun lalu. Tidak ada perubahan. Untuk GTT sebesar Rp 1 juta sementara PTT sebesar Rp 850 ribu tiap bulan,” ungkapnya.

Giguk menjelaskan, insentif ini biasanya dicairkan pada penerima setiap bulan. Namun saat ini, P dan K belum mencairkan insentif mereka selama dua bulan atau senilai Rp 1.025.500.000 untuk periode Januari dan Februari. Saat ini proses pencairan masih terus dilakukan.

Giguk mengaku, keterlambatan ini lebih disebabkan oleh hal teknis. P dan K menurutnya, perlu memverifikasi dan memvalidasi dahulu data penerimanya. Mulai dari nomor KTP, rekening, beban tugas, serta surat keputusan (SK) pengangkatan mereka sebagai GTT/PTT di lembaga setempat.

“Dua bulan ini belum bayaran. Cuma masalah teknis saja. Saat ini kami masih proses pengajuan SK penerima insentifnya ke wali kota. Selanjutnya bisa diproses,” sebut Giguk. (riz/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2