alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Ada Guru Terpapar Covid, Tatap Muka di SDN Kebonsari Distop

PASURUAN, Radar Bromo – Baru sepekan berjalan, pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) seratus persen di SDN Kebonsari, Kota Pasuruan, harus dihentikan. Penyebabnya, seorang guru yang mengajar di sekolah tersebut terpapar Covid-19. Meski begitu, kasus itu belum tercatat sebagai klaster pendidikan.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, PTMT 100 persen harus dihentikan sementara. Sebab, setelah ada guru yang terdeteksi positif Covid-19, warga di satuan pendidikan harus tracing. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan guru yang terpapar.

“Selama tracing, sekolahnya ditutup. Tapi, anak-anak tetap belajar secara daring (dalam jaringan),” ungkap Gus Ipul -sapaan Saifullah Yusuf.

Gus Ipul memastikan, ditemukannya guru yang terpapar Covid-19 belum bisa dikatakan sebagai klaster pendidikan. “Karena baru dari luar kota, kemudian hasil PCR (polymerase chain reaction)-nya positif,” terang Gus Ipul.

Kondisi itu juga tak memengaruhi PTMT 100 persen di sekolah lain. Gus Ipul meminta para orang tua tidak panik dengan kejadian ini. “Pembelajaran di sekolah lain tetap berjalan normal. Nggak perlu khawatir,” ujarnya.

Kepala SDN Kebonsari Mukharomah mengaku, sudah menghentikan kegiatan PTMT 100 persen sejak Senin (31/1). Dia menceritakan jika pembelajaran selama sepekan terakhir sudah berjalan dengan kapasitas siswa penuh. Dan tidak ada kendala apapun. Pihaknya selalu menekankan agar protokol kesehatan di sekolah diterapkan sangat ketat.

Tetapi, kemudian terdapat salah satu guru kelas di sekolah tersebut yang dinyatakan positif Covid-19. Mulanya guru kelas VI itu mengantarkan anaknya ke pondok pesantren di luar kota.

PASURUAN, Radar Bromo – Baru sepekan berjalan, pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) seratus persen di SDN Kebonsari, Kota Pasuruan, harus dihentikan. Penyebabnya, seorang guru yang mengajar di sekolah tersebut terpapar Covid-19. Meski begitu, kasus itu belum tercatat sebagai klaster pendidikan.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, PTMT 100 persen harus dihentikan sementara. Sebab, setelah ada guru yang terdeteksi positif Covid-19, warga di satuan pendidikan harus tracing. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan guru yang terpapar.

“Selama tracing, sekolahnya ditutup. Tapi, anak-anak tetap belajar secara daring (dalam jaringan),” ungkap Gus Ipul -sapaan Saifullah Yusuf.

Gus Ipul memastikan, ditemukannya guru yang terpapar Covid-19 belum bisa dikatakan sebagai klaster pendidikan. “Karena baru dari luar kota, kemudian hasil PCR (polymerase chain reaction)-nya positif,” terang Gus Ipul.

Kondisi itu juga tak memengaruhi PTMT 100 persen di sekolah lain. Gus Ipul meminta para orang tua tidak panik dengan kejadian ini. “Pembelajaran di sekolah lain tetap berjalan normal. Nggak perlu khawatir,” ujarnya.

Kepala SDN Kebonsari Mukharomah mengaku, sudah menghentikan kegiatan PTMT 100 persen sejak Senin (31/1). Dia menceritakan jika pembelajaran selama sepekan terakhir sudah berjalan dengan kapasitas siswa penuh. Dan tidak ada kendala apapun. Pihaknya selalu menekankan agar protokol kesehatan di sekolah diterapkan sangat ketat.

Tetapi, kemudian terdapat salah satu guru kelas di sekolah tersebut yang dinyatakan positif Covid-19. Mulanya guru kelas VI itu mengantarkan anaknya ke pondok pesantren di luar kota.

MOST READ

BERITA TERBARU

/