alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Coban Danyang Tempuran, 4 Cucuran Air Terjun yang Manjakan Mata

Sebagian wilayah di Kecamatan Pasrepan masuk di daerah dataran tinggi. Di antaranya adalah Desa Tempuran. Di desa ini terdapat air terjun yang indah bernama Danyang. Lokasinya menjadi tempat wisata favorit, termasuk bagi fotografer yang ingin mencari view menarik.

————-

SECARA geografis, air terjun Danyang terletak di Dusun Tuyowono, Desa Tampuran. Kira-kira 588 meter diatas permukaan laut (mdpl). Jika searching di mesin pencari internet atau sosial media, sudah banyak foto yang pasti akan memantik setiap orang untuk datang ke air terjun ini.

Tempat ini, juga menjadi buruan wisatawan. Lokasinya yang dekat dengan jalan utama desa. Sehingga menjadikan lokasi itu gampang ditemukan oleh wisatawan. Aksesnya begitu mudah dan jalan sudah beraspal. Ketika datang, wisatawan cukup memarkir kendaraannya di sebelah selatan kantor desa. Kemudian, wisatawan bisa bejalan kaki dengan jarak sekitar setengah kilometer.

Setelah tiba di lokasi, wisatawan akan disambut keindahan air terjun Danyang. Ada empat cucuran air. Berderat dengan intensitas turunnya air yang berbeda. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Di bawahnya, ada kolam yang bisa digunakan mandi bagi wisatawan.

Saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke sana pagi hari, suasana masih sejuk dan segar. Selama melintasi Jalan di Tempuran, hamparan perkebunan buah-buahan, langsung menyambut. Maklum saja, sebagian besar masyarakat di Tempuran, mengandalkan sektor ini selain pertanian.

MASIH ALAMI: Wisatawan yang datang ke Coban Danyang bisa merasakan segarnya air. Lokasi ini sangat menarik untuk di-capture dengan lensa kamera bagi fotografer. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Tapi kurun waktu dua tahun ini, Tempuran mulai sering dikunjungi wisatawan yang hendak ke Coban Danyang. Air terjun yang tak pernah surut, sekalipun masuk musim kemarau. Menariknya, wisata ini masih sangat alami.

Budi, Kasi Perencanaan Desa Tempuran mengatakan, wisata itu dikelola oleh desa untuk sementara ini. Itu karena jika dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maka, legalitas tanah masih milik pribadi. “Dahulu di kelola BUMDes, tetapi tidak jalan. Saat ini dikelola desa,” katanya.

Pihak Pemerintah Desa Tempuran, sejatinya telah mengajukan dana melalui BUMDes untuk pengembangan destinasi wisata itu. Namun, karena legalitas yang tidak mendukung, akhirnya tidak bisa dilakukan. Karena itu pula, untuk sementara fasilitas di lokasi hanya berupa lahan parkir saja. Untuk fasilitas pendukung belum ada.

“Masuknya gratis dan tidak ada tiket. Pengunjung hanya dipungut biaya parkir saja untuk keamanan kendaraan. Kedepan, akan kami coba untuk mengajukan kembali dan semoga bisa dilakukan demi bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Karena letaknya yang mudah diakses, maka pemdes Tempuran memang berniat mengelola Coban Danyang menjadi destinasi yang bisa mendatangkan uang. Betapa tidak, letaknya hanya 50 meter di belakang Desa Tempuran, atau kurang lebih 5 Kilometer dari Kecamatan Pasrepan. Untuk menuju Coban Danyang bahkan bisa dijangkau dengan kendaraan apapun. Baik roda dua maupun roda empat.

Untuk ke lokasi air terjun, setiap wisatawan memang harus menuruni tebing. Hanya tebing disana tidak terlalu curam, dan terbilang aman. Jika sampai di dasar, pengunjung akan disambut bebatuan besar yang licin. Sembari itu, air jernih tak hentinya mengalir dan pengunjung pasti ingin merasakan dengan mandi, atau sekedar bermain air.

Harapan besar bisa mengembangkan destinasi wisata itu. Dengan adanya wisata, diyakini bakal mengerek perekonomian. Pemdes sudah punya rencana membuka pasar buah. Itu, untuk pendukung potensi desa sebagai penghasil buah.

“Desa kami adalah penghasil buah-buahan. Tetapi, karena kami belum memiliki ikon yang bisa menjual, maka kami kirim ke desa tetangga. Karena itu yang mendapat nama desa tetangga,” jelasnya.

Pengelolanya nantinya juga akan dikembalikan ke BUMDes. Tujuannya, agar bisa lebih berkembang. “Yang pasti akam kami kembangkan. Karena ini potensi yang sangat bagus. Juga nanti biar membuka lapangan pekerjaan,” tuturnya.

Sejauh ini, sudah banyak yang berkunjung ke lokasi wisata air terjun Danyang. Seringkali pula wisataan dari luar Pauruan dating, seperti Sidoarjo ataupun Surabaya. Mereka, menyukai lokasi yang masih sejuk dan asri. Itulah yang membuat wisatawan betah berlama-lama di Coban Danyang.

“Tetapi yang paling banyak adalah wisatawan lokal saja. Yang dari luar daerah sedikit,” ungkapnya. (sid/fun)

Sebagian wilayah di Kecamatan Pasrepan masuk di daerah dataran tinggi. Di antaranya adalah Desa Tempuran. Di desa ini terdapat air terjun yang indah bernama Danyang. Lokasinya menjadi tempat wisata favorit, termasuk bagi fotografer yang ingin mencari view menarik.

————-

SECARA geografis, air terjun Danyang terletak di Dusun Tuyowono, Desa Tampuran. Kira-kira 588 meter diatas permukaan laut (mdpl). Jika searching di mesin pencari internet atau sosial media, sudah banyak foto yang pasti akan memantik setiap orang untuk datang ke air terjun ini.

Tempat ini, juga menjadi buruan wisatawan. Lokasinya yang dekat dengan jalan utama desa. Sehingga menjadikan lokasi itu gampang ditemukan oleh wisatawan. Aksesnya begitu mudah dan jalan sudah beraspal. Ketika datang, wisatawan cukup memarkir kendaraannya di sebelah selatan kantor desa. Kemudian, wisatawan bisa bejalan kaki dengan jarak sekitar setengah kilometer.

Setelah tiba di lokasi, wisatawan akan disambut keindahan air terjun Danyang. Ada empat cucuran air. Berderat dengan intensitas turunnya air yang berbeda. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Di bawahnya, ada kolam yang bisa digunakan mandi bagi wisatawan.

Saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke sana pagi hari, suasana masih sejuk dan segar. Selama melintasi Jalan di Tempuran, hamparan perkebunan buah-buahan, langsung menyambut. Maklum saja, sebagian besar masyarakat di Tempuran, mengandalkan sektor ini selain pertanian.

MASIH ALAMI: Wisatawan yang datang ke Coban Danyang bisa merasakan segarnya air. Lokasi ini sangat menarik untuk di-capture dengan lensa kamera bagi fotografer. (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Tapi kurun waktu dua tahun ini, Tempuran mulai sering dikunjungi wisatawan yang hendak ke Coban Danyang. Air terjun yang tak pernah surut, sekalipun masuk musim kemarau. Menariknya, wisata ini masih sangat alami.

Budi, Kasi Perencanaan Desa Tempuran mengatakan, wisata itu dikelola oleh desa untuk sementara ini. Itu karena jika dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maka, legalitas tanah masih milik pribadi. “Dahulu di kelola BUMDes, tetapi tidak jalan. Saat ini dikelola desa,” katanya.

Pihak Pemerintah Desa Tempuran, sejatinya telah mengajukan dana melalui BUMDes untuk pengembangan destinasi wisata itu. Namun, karena legalitas yang tidak mendukung, akhirnya tidak bisa dilakukan. Karena itu pula, untuk sementara fasilitas di lokasi hanya berupa lahan parkir saja. Untuk fasilitas pendukung belum ada.

“Masuknya gratis dan tidak ada tiket. Pengunjung hanya dipungut biaya parkir saja untuk keamanan kendaraan. Kedepan, akan kami coba untuk mengajukan kembali dan semoga bisa dilakukan demi bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Karena letaknya yang mudah diakses, maka pemdes Tempuran memang berniat mengelola Coban Danyang menjadi destinasi yang bisa mendatangkan uang. Betapa tidak, letaknya hanya 50 meter di belakang Desa Tempuran, atau kurang lebih 5 Kilometer dari Kecamatan Pasrepan. Untuk menuju Coban Danyang bahkan bisa dijangkau dengan kendaraan apapun. Baik roda dua maupun roda empat.

Untuk ke lokasi air terjun, setiap wisatawan memang harus menuruni tebing. Hanya tebing disana tidak terlalu curam, dan terbilang aman. Jika sampai di dasar, pengunjung akan disambut bebatuan besar yang licin. Sembari itu, air jernih tak hentinya mengalir dan pengunjung pasti ingin merasakan dengan mandi, atau sekedar bermain air.

Harapan besar bisa mengembangkan destinasi wisata itu. Dengan adanya wisata, diyakini bakal mengerek perekonomian. Pemdes sudah punya rencana membuka pasar buah. Itu, untuk pendukung potensi desa sebagai penghasil buah.

“Desa kami adalah penghasil buah-buahan. Tetapi, karena kami belum memiliki ikon yang bisa menjual, maka kami kirim ke desa tetangga. Karena itu yang mendapat nama desa tetangga,” jelasnya.

Pengelolanya nantinya juga akan dikembalikan ke BUMDes. Tujuannya, agar bisa lebih berkembang. “Yang pasti akam kami kembangkan. Karena ini potensi yang sangat bagus. Juga nanti biar membuka lapangan pekerjaan,” tuturnya.

Sejauh ini, sudah banyak yang berkunjung ke lokasi wisata air terjun Danyang. Seringkali pula wisataan dari luar Pauruan dating, seperti Sidoarjo ataupun Surabaya. Mereka, menyukai lokasi yang masih sejuk dan asri. Itulah yang membuat wisatawan betah berlama-lama di Coban Danyang.

“Tetapi yang paling banyak adalah wisatawan lokal saja. Yang dari luar daerah sedikit,” ungkapnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/