alexametrics
25C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Dorong Penyerapan Anggaran JLU Maksimal

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tidak terserapnya anggaran untuk proyek jalur lingkar utara (JLU) di dalam dana cadangan sepanjang 2020 membuat DPRD Kota Pasuruan angkat bicara. Dewan meminta agar penyerapan JLU bisa dilakukan sebelum akhir tahun. Pasalnya, tahun depan sudah masuk batas akhir waktu penggunaan anggaran dalam dana cadangan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Ismu Hardiyanto mengungkapkan, dana cadangan Pemkot untuk proyek JLU tahun ini mencapai Rp 60 miliar. Namun hingga tahun anggaran 2020 hampir berakhir, anggaran ini tidak dapat terserap. Pasalnya ada perubahan untuk penentuan lokasi (penlok) yang dilalui oleh JLU. Dewan pun sudah memaklumi hal ini.

Karena itu pihaknya berharap tahun depan, hal ini tidak kembali terjadi. Saat penlok yang diusulkan pada pemprov turun, Pemkot harus segera gerak cepat. Sehingga penyerapan dana cadangan bisa dilakukan maksimal. Apalagi dalam aturan perda yang mengatur hal ini disebutkan jika dana cadangan hanya bisa digunakan selama lima tahun anggaran.

“Jika terlewati, masih bisa dilakukan tahun 2022, tapi harus melakukan perubahan dahulu pada perdanya. Karena aturannya hanya lima tahun. Tahun depan itu batas waktunya. Semoga bisa terserap penuh,” ungkapnya.

Sementara itu pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Gustav Purwoko menyebut, pihaknya memang masih menunggu penlok dari pemprov. Jika penlok ini turun, maka pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pasuruan untuk melakukan tahap verifikasi. Sehingga proses pembebasan lahan bisa segera dilakukan.

“Kami masih menunggu hasil penlok dari Pemprov. Mudahan dalam waktu dekat ada titik terang. Jadi tahun depan bisa dibayarkan. Insya Allah tahun depan, pembayaran bidang bisa dilakukan,” sebut Gustav. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU