alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Sembilan Madrasah Negeri di Kab Pasuruan Sudah Pakai Kurikulum Merdeka

PASURUAN, Radar Bromo – Tidak hanya sekolah negeri di bawah Kementerian Pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Di Kabupaten Pasuruan, terdapat sembilan madrasah negeri dalam naungan Kementerian Agama yang juga menerapkan kurikulum tersebut.

Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan Syaikhul Hadi mengatakan, sebenarnya semua madrasah negeri di Kabupaten Pasuruan diajukan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Sebab, Kemenag Pusat mewajibkan semua madrasah menerapkannya. Dari 11 yang diajukan, ternyata hanya 9 yang disetujui. Dua lainnya tidak.

“Penyebabnya, yang dua telat mengajukan,” katanya.

Sembilan madrasah negeri itu terdiri atas 4 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 3 Madrasah Aliyah (MA), dan 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Setelah disetujui, kesembilan lembaga tersebut melakukan sosialisasi terhadap lembaga binaannya.

“Jadi, setiap lembaga itu memiliki madrasah binaan. Mereka akan langsung melakukan sosialisasi terkait kurikulum tersebut,” ungkapnya.

Syaikhul menyatakan, tetap mendukung dua lembaga yang belum memberlakukan Kurikulum Merdeka. Sebab, mereka telah memberlakukan semi Kurikulum Merdeka. Apalagi, mulai kemarin, kata Syaikhul, Kemenag Pusat tidak lagi memberlakukan pengajuan. Lembaga yang siap tinggal mengisi formulir dan mengirimkannya kepada Kemenag.

PASURUAN, Radar Bromo – Tidak hanya sekolah negeri di bawah Kementerian Pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Di Kabupaten Pasuruan, terdapat sembilan madrasah negeri dalam naungan Kementerian Agama yang juga menerapkan kurikulum tersebut.

Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan Syaikhul Hadi mengatakan, sebenarnya semua madrasah negeri di Kabupaten Pasuruan diajukan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Sebab, Kemenag Pusat mewajibkan semua madrasah menerapkannya. Dari 11 yang diajukan, ternyata hanya 9 yang disetujui. Dua lainnya tidak.

“Penyebabnya, yang dua telat mengajukan,” katanya.

Sembilan madrasah negeri itu terdiri atas 4 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 3 Madrasah Aliyah (MA), dan 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Setelah disetujui, kesembilan lembaga tersebut melakukan sosialisasi terhadap lembaga binaannya.

“Jadi, setiap lembaga itu memiliki madrasah binaan. Mereka akan langsung melakukan sosialisasi terkait kurikulum tersebut,” ungkapnya.

Syaikhul menyatakan, tetap mendukung dua lembaga yang belum memberlakukan Kurikulum Merdeka. Sebab, mereka telah memberlakukan semi Kurikulum Merdeka. Apalagi, mulai kemarin, kata Syaikhul, Kemenag Pusat tidak lagi memberlakukan pengajuan. Lembaga yang siap tinggal mengisi formulir dan mengirimkannya kepada Kemenag.

MOST READ

BERITA TERBARU

/