alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Sedimentasi di Sungai Petung Parah, Normalisasi Melambat

PASURUAN, Radar Bromo – Sedimentasi parah di Sungai Petung membuat normalisasi melambat. Ditambah alat berat yang terbatas, hanya satu unit.

Sampai saat ini, normalisasi Sungai Petung diperkirakan masih berjalan 40 persen. Padahal, pengerjaannya sudah mencapai separo waktu, hampir dua bulan. Seharusnya, normalisasi sudah mencapai 50 persen.

Normalisasi itu sendiri dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur. Sebab, Sungai Petung masuk kewenangan Pemprov Jatim.

Mokhamad Rizky, pengelola Sumber Daya Air Dinas di PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur mengatakan, sejauh ini normalisasi Kali Petung terus dilakukan. Capaiannya sekitar 40 persen. “Masih berlangsung untuk pengerjaannya,” ungkapnya.

Normalisasi di Sungai Petung ini sudah berjalan kurang lebih dua bulan. Panjang kali yang dinormalisasi sekitar 2 kilometer. Harapannya ketika musim hujan air tak meluber ke jalan. Sehingga tak mengganggu arus lalin dan permukiman warga.

Meskipun hampir berjalan dua bulan, capaiannya masih 40 persen. Penyebabnya, karena sedimentasi yang cukup parah. Tapi, pihaknya terus berupaya untuk menyelesaikan normalisasi sesuai jadwal.

“Pastinya kami kerjakan semaksimal mungkin. Sehingga bisa meminimalisasi luapan air,” tuturnya.

PASURUAN, Radar Bromo – Sedimentasi parah di Sungai Petung membuat normalisasi melambat. Ditambah alat berat yang terbatas, hanya satu unit.

Sampai saat ini, normalisasi Sungai Petung diperkirakan masih berjalan 40 persen. Padahal, pengerjaannya sudah mencapai separo waktu, hampir dua bulan. Seharusnya, normalisasi sudah mencapai 50 persen.

Normalisasi itu sendiri dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur. Sebab, Sungai Petung masuk kewenangan Pemprov Jatim.

Mokhamad Rizky, pengelola Sumber Daya Air Dinas di PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur mengatakan, sejauh ini normalisasi Kali Petung terus dilakukan. Capaiannya sekitar 40 persen. “Masih berlangsung untuk pengerjaannya,” ungkapnya.

Normalisasi di Sungai Petung ini sudah berjalan kurang lebih dua bulan. Panjang kali yang dinormalisasi sekitar 2 kilometer. Harapannya ketika musim hujan air tak meluber ke jalan. Sehingga tak mengganggu arus lalin dan permukiman warga.

Meskipun hampir berjalan dua bulan, capaiannya masih 40 persen. Penyebabnya, karena sedimentasi yang cukup parah. Tapi, pihaknya terus berupaya untuk menyelesaikan normalisasi sesuai jadwal.

“Pastinya kami kerjakan semaksimal mungkin. Sehingga bisa meminimalisasi luapan air,” tuturnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/