Setengah Tahun, Belum Dapat Laporan Temuan ODHA Baru

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Temuan HIV/AIDS di Kota Pasuruan tahun ini diprediksi akan menurun drastis. Sebab, sejauh ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan belum mendapatkan laporan adanya orang dengan HIV/AIDS (ODHA) baru.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan Shierly Marlena mengatakan, temuan kasus HIV/AIDS selama tiga tahun terakhir di Kota Pasuruan terus menurun. Pada 2018 ada 40 ODHA dan tahun kemarin ditemukan 30 ODHA. Tahun ini hingga akhir Juli, Dinkes belum mendapatkan laporan adanya ODHA baru.

“Selama semester pertama tahun ini belum ada ODHA baru. Namun, selama ini temuan ODHA di Kota Pasuruan rata-rata berada di usia yang produktif mulai rentang usia 25 sampai 40 tahun. Penurunan ini menunjukkan pola hidup masyarakat semakin baik,” ujarnya.

Shierly menjelaskan, mayoritas penderita HIV/AIDS kaum heteroseksual atau mereka yang suka berganti-ganti pasangan. Ketika melakukan hubungan seks bersama lawan jenis, mereka tidak mengetahui jika pasangannya terjangkit HIV.

Selain itu, ibu rumah tangga juga cukup banyak yang ditemukan terjangkit virus HIV. Virus ini biasanya ditularkan dari suaminya. Virus ini juga terjadi pada prenatal akibat penularan ibu kepada anak yang dikandungnya. Ia berharap masyarakat tidak memberikan stigma pada ODHA agar bisa diobati.

Dinkes juga terus berupaya meningkatkan upaya pencegahan virus ini dengan langkah S-TOP. Yaitu, singkatan dari suluh yang artinya penyuluhan HIV-AIDS, temukan dengan tes sedini mungkin, obati segera jika positif, dan pertahankan taat pengobatan bagi yang positif. Dengan teratur minum obat, penderita bisa memperpanjang harapan hidup.

“HIV memang tidak bisa disembuhkan, namun usia penderita bisa diperpanjang asalkan minum obat teratur. Dengan catatan, stigma pada ODHA harus dihilangkan. Yang dijauhi itu virusnya, bukan orangnya,” ujar Shierly. (riz/rud)