Personel Terbatas, 4 Orang Harus Awasi 113 Jukir

TERTATA: Sejumlah kendaraan bermotor parkir di sekitar Alun-alun Kota Pasuruan, beberapa waktu lalu. Sejauh ini, Dishub Kota Pasuruan hanya memiliki 4 orang pengawas jukir. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO, Radar Bromo – Jumlah pengawas juru parkir (jukir) di Kota Pasuruan belum ideal. Kini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan hanya memiliki empat orang pengawas jukir. Mereka harus bekerja ekstra untuk mengawasi 113 jukir yang tersebar di 86 titik.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Pasuruan Andriyanto mengatakan, pihaknya hanya memiliki empat pengawas jukir. Jumlah ini belum ideal karena mereka harus mengawasi ratusan jukir. Kondisi ini membuat pengawasan terhadap jukir sering terkendala. Sebab, satu pengawas harus mengawasi minimal 25 jukir yang menyebar. Idealnya, seorang pengawas maksimal mengawasi 10 orang.

Karenanya, ketika Dishub mencoba mencari kebenaran adanya keluhan dari masyarakat tentang praktik pungutan liar di kalangan oknum jukir menjadi tidak maksimal. Terkadang, saat dilakukan pencarian informasi ini tidak dapat dibuktikan.

“Tentunya tidak optimal. Bayangkan empat orang pengawas harus mengawasi 113 jukir. Sementara kami hanya bisa mengoptimalkan tenaga yang dimiliki saat ini,” ungkapnya.

Andri menjelaskan, kendati parkir non berlangganan sudah dihapus, pengawasan tetap rutin dilakukan. Utamanya untuk menghindarkan adanya praktik ilegal yang dimungkinkan dapat dilakukan oknum jukir. Seperti menarik tarif parkir, sebab para jukir sudah diberi honor sebesar Rp 700 ribu per bulan dari APBD.

“Karena keterbatasan personel, kami mohon kerja sama dari masyarakat. Jika ada indikasi pungli (pungutan liar), kami harap masyarakat memfoto orangnya atau minimal mencatat nama yang tertulis di seragamnya,” ujar Andri. (riz/rud)