Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkab Pasuruan Perpanjang WFH bagi ASN

LEBIH LENGANG: Sejumlah pegawai yang tetap ngantor, kemarin. Kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan yang masih tinggi membuat pemkab memperpanjang kebijakan WFH bagi sebagian ASN-nya. (Foto: M.Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan memperpanjang pemberlakuan work from home (WFH) bagi sebagian aparatur sipil negara (ASN)-nya. Kebijakan itu diambil lantaran kasus coronavirus disease (Covid-19) di wilayah setempat masih tinggi.

“Untuk awal Juli ini, sudah ada edaran baru bagi OPD dan ASN, namun masih ada pemberlakuan WFH bagi sebagian ASN,” terang Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pasuruan Misbah Zunib.

Untuk awal Juli ini, pejabat eselon II, eselon III, dan eselon IV (pengawas) tetap masuk kantor seperti biasanya. Sementara untuk staf (pelaksana) dan jabatan fungsional ahli pertama serta jabatan fungsional keterampilan melaksanakan tugas 1 hari di kantor dan 1 hari di rumah (WFH).

“Untuk staf, tetap ada pemberlakuan WFH. Kewenangan kepala OPD mengatur sehingga ketentuan maksimal pegawai yang masuk tiap hari 50 persen,” terangnya.

Sedangkan untuk OPD yang pelayanan langsung ke masyarakat, pembagian kerja diatur oleh masing-masing kepala OPD. Meski masih menerapkan WFH, pemkab kini juga mulai menyiapkan tatanan masuk new normal. “Sehingga, ke depan sudah siap jika ASN tidak diberlakukan WFH lagi,” terangnya. (eka/mie)