alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Hindari Beli Pakan dari Luar agar Sapi Tak Kena PMK

PASURUAN, Radar Bromo – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu mengingatkan para peternak agar tidak membeli pakan dari luar daerah. Lebih-lebih daerah yang positif terkena wabah PMK. Jika pakan itu tercemar virus, maka ternak yang sehat pun bisa terinfeksi PMK.

”Di Lekok kami temukan kasus membeli pakan dari daerah lain. Kemudian, sisa pakan ternak yang sakit diberikan ke ternak yang sehat. Ini jadi media penularan juga,” katanya

Untuk itu, lanjut Diana, dirinya meminta para peternak memahami bahaya itu. Dia juga berharap pedagang bisa menahan diri. Jangan dulu melakukan jual beli ternak dari daerah lain.

Dia menyebutkan, ada call center yang bisa dihubungi jika warga menemukan hewan ternaknya terkena PMK. Sehingga hewan tersebut bisa segera ditangani. Dinas peternakan terus berusaha mencegah agar PMK tidak meluas. Sosialisasi terus dilaksanakan di berbagai tempat. Mulai pasar hewan, kantor kecamatan/pendapa desa dan kelurahan, hingga lokasi-lokasi lain.

“Apabila ditemukan sapi dengan gejala mirip PMK, segeralah menghubungi call center. Yakni, Posko Disnak di nomor 081277198131 atau ke 082310880990 nomor puskeswan,” terang Diana.

Dia menyampaikan terima kasih atas Forkopimda dan Forkompimka di Kabupaten Pasuruan. Kajari, Dandim, Kapolres, dan pimpinan DPRD. Danramil, Kapolsek, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua petugas kesehatan hewan. Semua telah bahu-membahu membantu warga agar penyebaran PMK bisa ditekan.

Dalam setiap sosialisasi, puluhan peternak dan pedagang sapi dihadirkan. Tujuannya, memberikan pengetahuan tentang bagaimana mengendalikan PMK. Terlebih, saat ini, penyebarannya terus meningkat. Para peternak dapat lebih waspada.

PASURUAN, Radar Bromo – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu mengingatkan para peternak agar tidak membeli pakan dari luar daerah. Lebih-lebih daerah yang positif terkena wabah PMK. Jika pakan itu tercemar virus, maka ternak yang sehat pun bisa terinfeksi PMK.

”Di Lekok kami temukan kasus membeli pakan dari daerah lain. Kemudian, sisa pakan ternak yang sakit diberikan ke ternak yang sehat. Ini jadi media penularan juga,” katanya

Untuk itu, lanjut Diana, dirinya meminta para peternak memahami bahaya itu. Dia juga berharap pedagang bisa menahan diri. Jangan dulu melakukan jual beli ternak dari daerah lain.

Dia menyebutkan, ada call center yang bisa dihubungi jika warga menemukan hewan ternaknya terkena PMK. Sehingga hewan tersebut bisa segera ditangani. Dinas peternakan terus berusaha mencegah agar PMK tidak meluas. Sosialisasi terus dilaksanakan di berbagai tempat. Mulai pasar hewan, kantor kecamatan/pendapa desa dan kelurahan, hingga lokasi-lokasi lain.

“Apabila ditemukan sapi dengan gejala mirip PMK, segeralah menghubungi call center. Yakni, Posko Disnak di nomor 081277198131 atau ke 082310880990 nomor puskeswan,” terang Diana.

Dia menyampaikan terima kasih atas Forkopimda dan Forkompimka di Kabupaten Pasuruan. Kajari, Dandim, Kapolres, dan pimpinan DPRD. Danramil, Kapolsek, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua petugas kesehatan hewan. Semua telah bahu-membahu membantu warga agar penyebaran PMK bisa ditekan.

Dalam setiap sosialisasi, puluhan peternak dan pedagang sapi dihadirkan. Tujuannya, memberikan pengetahuan tentang bagaimana mengendalikan PMK. Terlebih, saat ini, penyebarannya terus meningkat. Para peternak dapat lebih waspada.

MOST READ

BERITA TERBARU

/