alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Normalisasi Kali Petung untuk Atasi Banjir Perkotaan

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Banjir akibat luapan Kali Petung kerap melanda wilayah Kota Pasuruan. DPRD Kota Pasuruan mendorong Pemkot Pasuruan mematangkan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Gembong Pekalen untuk mengatasi banjir tersebut.

Anggota Komisi III DRPD Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto mengungkapkan, banjir akibat luapan Kali Petung tahun ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setiap kali Petung meluap, Jalan Ir Juanda tidak bisa dilewati sama sekali. Genangan air tinggi.

Kondisi seperti itu belum pernah terjadi. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan meluas dan semakin merugikan masyarakat. Dewan berharap ada komitmen khusus antara pemkot dan BBWS untuk menangani Kali Petung ini. Sebab, kali tersebut sudah waktunya dinormalisasi. Dasar sungainya sudah dangkal. Volumenya sangat berkurang.

“Saya dengar sudah ada pembicaraan dan MoU dengan BBWS. Saya harap bisa menjadi solusi penanganan banjir di perkotaan,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menjelaskan, dinasnya memang sedang menyusun rencana dengan BBWS untuk menormalisasi Kali Petung. Khususnya, area sekitar jembatan Petung. Alat berat disiapkan. Diperkirakan, normalisasi dimulai Mei ini.

“Saat ini masih menyiapkan administrasi. Kami rapat untuk mendetailkan kegiatannya,” jelas Gustap.

Bagaimana rencana normalisasinya? Gustap menjelaskan, di antaranya, dinas PUPR akan menyiapkan lokasi pembuangan hasil normalisasi. Tanah hasil normalisasi akan diletakkan di pinggir sungai. Selain itu, tanah kerukan bisa juga diberikan untuk kegiatan sosial yang membutuhkan urukan tanah. Misalnya, lahan fasilitas umum (fasum) pemerintah yang membutuhkan urukan.

”Mungkin bisa digunakan untuk lapangan. Di luar itu, seperti bambu atau plastik yang ditemukan di sungai akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA),” tambah Gustap. (riz/far)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Banjir akibat luapan Kali Petung kerap melanda wilayah Kota Pasuruan. DPRD Kota Pasuruan mendorong Pemkot Pasuruan mematangkan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Gembong Pekalen untuk mengatasi banjir tersebut.

Anggota Komisi III DRPD Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto mengungkapkan, banjir akibat luapan Kali Petung tahun ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setiap kali Petung meluap, Jalan Ir Juanda tidak bisa dilewati sama sekali. Genangan air tinggi.

Kondisi seperti itu belum pernah terjadi. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan meluas dan semakin merugikan masyarakat. Dewan berharap ada komitmen khusus antara pemkot dan BBWS untuk menangani Kali Petung ini. Sebab, kali tersebut sudah waktunya dinormalisasi. Dasar sungainya sudah dangkal. Volumenya sangat berkurang.

“Saya dengar sudah ada pembicaraan dan MoU dengan BBWS. Saya harap bisa menjadi solusi penanganan banjir di perkotaan,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menjelaskan, dinasnya memang sedang menyusun rencana dengan BBWS untuk menormalisasi Kali Petung. Khususnya, area sekitar jembatan Petung. Alat berat disiapkan. Diperkirakan, normalisasi dimulai Mei ini.

“Saat ini masih menyiapkan administrasi. Kami rapat untuk mendetailkan kegiatannya,” jelas Gustap.

Bagaimana rencana normalisasinya? Gustap menjelaskan, di antaranya, dinas PUPR akan menyiapkan lokasi pembuangan hasil normalisasi. Tanah hasil normalisasi akan diletakkan di pinggir sungai. Selain itu, tanah kerukan bisa juga diberikan untuk kegiatan sosial yang membutuhkan urukan tanah. Misalnya, lahan fasilitas umum (fasum) pemerintah yang membutuhkan urukan.

”Mungkin bisa digunakan untuk lapangan. Di luar itu, seperti bambu atau plastik yang ditemukan di sungai akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA),” tambah Gustap. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/