alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Retribusi Pasar Daerah Digenjot agar Target Tercapai

PANGGUNGREJO, Radar Bromo– Retribusi pasar tradisional di Kota Pasuruan kembali digenjot pada tahun kedua pandemi Covid-19 melanda. Target yang ditetapkan Pemkot Pasuruan kini lebih besar ketimbang tahun lalu.

Selisih besaran target itu bukan karena ada penambahan obyek retribusi. Jumlah obyek yang menjadi potensi retribusi masih tetap. Bedanya, tahun ini proyeksi retribusi ditargetkan didapat dari seluruh obyek yang aktif.

Sedangkan tahun lalu, pemkot sempat membebaskan retribusi pasar. Kebijakan itu dimulai sejak pandemi melanda, pada April hingga Juni. Lantas diperpanjang hingga Agustus 2020. Hal itulah yang membuat target retribusi pasar tahun lalu lebih rendah.

Plt Kepala UPT Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Ridho Wijaya menerangkan, retribusi pasar tahun ini ditargetkan mencapai Rp 1.674.643.252. Angka itu ditaksir dari seluruh obyek retribusi yang aktif. “Itu target potensi ril yang ditetapkan berdasarkan obyek yang aktif,” kata Ridho.

Apabila mengacu pada seluruh obyek retribusi, tentu potensi pendapatan daerah akan lebih banyak. “Kalau diasumsikan semuanya, nilainya memang lebih banyak. Tapi kan tidak semua obyek itu ditempati,” bebernya.

Ada sebagian kios atau bedak yang kosong. Sehingga hal itu tidak tercatat dalam potensi retribusi. Dia merinci, potensi ril retribusi saat ini terdiri dari 40 kios bertingkat, 695 kios, 1.281 bedak, 1.153 bedak, dan 462 pelataran.

Capaian retribusi tahun lalu, mencapai 113 persen dari target yang ditetapkan pemkot. Yakni sebesar Rp1.295.183.783. Rinciannya, ada empat pos penyumbang retribusi pasar ke kas daerah. Yaitu, dari retribusi kios senilai Rp784.054.071; retribusi bedak Rp253.875.261; retribusi los Rp186.094.951, dan retribusi pelataran Rp71.159.500.

“Penarikan retribusi ini berlaku pada pasar Kebonagung, pasar Besar, Mebel Bukir, Poncol, Gadingrejo, dan Karangketug,” kata Ridho mendampingi Plt Kepala Disperindag Lucky Danardono. (tom/fun)

 

PANGGUNGREJO, Radar Bromo– Retribusi pasar tradisional di Kota Pasuruan kembali digenjot pada tahun kedua pandemi Covid-19 melanda. Target yang ditetapkan Pemkot Pasuruan kini lebih besar ketimbang tahun lalu.

Selisih besaran target itu bukan karena ada penambahan obyek retribusi. Jumlah obyek yang menjadi potensi retribusi masih tetap. Bedanya, tahun ini proyeksi retribusi ditargetkan didapat dari seluruh obyek yang aktif.

Sedangkan tahun lalu, pemkot sempat membebaskan retribusi pasar. Kebijakan itu dimulai sejak pandemi melanda, pada April hingga Juni. Lantas diperpanjang hingga Agustus 2020. Hal itulah yang membuat target retribusi pasar tahun lalu lebih rendah.

Plt Kepala UPT Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Ridho Wijaya menerangkan, retribusi pasar tahun ini ditargetkan mencapai Rp 1.674.643.252. Angka itu ditaksir dari seluruh obyek retribusi yang aktif. “Itu target potensi ril yang ditetapkan berdasarkan obyek yang aktif,” kata Ridho.

Apabila mengacu pada seluruh obyek retribusi, tentu potensi pendapatan daerah akan lebih banyak. “Kalau diasumsikan semuanya, nilainya memang lebih banyak. Tapi kan tidak semua obyek itu ditempati,” bebernya.

Ada sebagian kios atau bedak yang kosong. Sehingga hal itu tidak tercatat dalam potensi retribusi. Dia merinci, potensi ril retribusi saat ini terdiri dari 40 kios bertingkat, 695 kios, 1.281 bedak, 1.153 bedak, dan 462 pelataran.

Capaian retribusi tahun lalu, mencapai 113 persen dari target yang ditetapkan pemkot. Yakni sebesar Rp1.295.183.783. Rinciannya, ada empat pos penyumbang retribusi pasar ke kas daerah. Yaitu, dari retribusi kios senilai Rp784.054.071; retribusi bedak Rp253.875.261; retribusi los Rp186.094.951, dan retribusi pelataran Rp71.159.500.

“Penarikan retribusi ini berlaku pada pasar Kebonagung, pasar Besar, Mebel Bukir, Poncol, Gadingrejo, dan Karangketug,” kata Ridho mendampingi Plt Kepala Disperindag Lucky Danardono. (tom/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/