alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Harga Cabai Rawit di Pasuruan Terjun Bebas, Panen Raya jadi Faktor

PURWOREJO, Radar Bromo– Harga cabai rawit yang terus melambung sejak awal tahun, kini mulai turun. Bahkan harga di pasaran saat ini ”terjun bebas”. Penurunan harga cabai rawit itu terjadi karena sekarang sudah memasuki masa panen raya.

Sebelumnya, para pedagang di pasar tradisional Kota Pasuruan terus melonjak. Terlebih di puncak musim hujan beberapa waktu terakhir. Per kilogram cabai rawit saja, harganya bahkan sampai mengalahkan harga daging sapi. Tertinggi tembus hingga Rp130 ribu.

Padahal harga normalnya antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. “Sekarang sudah mulai turun,” kata pedagang di Pasar Kebonagung, Aminah.

Dia menyebut, harga jual cabai rawit sekarang Rp 60 ribu per kilogram. Penurunan harga itu memang begitu drastis. Namun pedagang bersyukur. Dengan begitu, penjualan mereka bisa lebih lancar. “Kalau harganya tinggi, kami nggak berani kulak banyak,” ujar Aminah.

Biasanya, dia mengulak cabai rawit tiap harinya sebanyak 15 kilogram. Sejak harganya naik, dia hanya mengambil cabai rawit 4 kilogram. Sebab, daya beli masyarakat cenderung menurun. Paling banyak, pembeli yang memiliki usaha olahan makanan pedas membeli seperempat kilogram. Harganya Rp17 ribu.

“Kebanyakan ya eceran, kalau orang belanja untuk kebutuhan di rumah ya Rp2 ribu sampai Rp5 ribu,” bebernya.

Kabid Perdagangan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Edy Trisulo Yudo menyatakan, turunnya harga cabai rawit terjadi karena saat ini sudah memasuki panen raya. Hal itu membuat pasokan di pasaran lebih stabil.

“Panen raya itu berlangsung April sampai Juni perkiraan asosiasi petani saat rapat di Pemprov,” kata Edy.

Meski harga cabai rawit sekarang sudah berada di angka Rp60 ribu, pihaknya memperkirakan akan terus turun. “Diperkirakan bisa sampai Rp40 ribu. Tapi kalau dibawah itu kemungkinan besar sudah tidak bisa,” pungkasnya. (tom/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo– Harga cabai rawit yang terus melambung sejak awal tahun, kini mulai turun. Bahkan harga di pasaran saat ini ”terjun bebas”. Penurunan harga cabai rawit itu terjadi karena sekarang sudah memasuki masa panen raya.

Sebelumnya, para pedagang di pasar tradisional Kota Pasuruan terus melonjak. Terlebih di puncak musim hujan beberapa waktu terakhir. Per kilogram cabai rawit saja, harganya bahkan sampai mengalahkan harga daging sapi. Tertinggi tembus hingga Rp130 ribu.

Padahal harga normalnya antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. “Sekarang sudah mulai turun,” kata pedagang di Pasar Kebonagung, Aminah.

Dia menyebut, harga jual cabai rawit sekarang Rp 60 ribu per kilogram. Penurunan harga itu memang begitu drastis. Namun pedagang bersyukur. Dengan begitu, penjualan mereka bisa lebih lancar. “Kalau harganya tinggi, kami nggak berani kulak banyak,” ujar Aminah.

Biasanya, dia mengulak cabai rawit tiap harinya sebanyak 15 kilogram. Sejak harganya naik, dia hanya mengambil cabai rawit 4 kilogram. Sebab, daya beli masyarakat cenderung menurun. Paling banyak, pembeli yang memiliki usaha olahan makanan pedas membeli seperempat kilogram. Harganya Rp17 ribu.

“Kebanyakan ya eceran, kalau orang belanja untuk kebutuhan di rumah ya Rp2 ribu sampai Rp5 ribu,” bebernya.

Kabid Perdagangan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Edy Trisulo Yudo menyatakan, turunnya harga cabai rawit terjadi karena saat ini sudah memasuki panen raya. Hal itu membuat pasokan di pasaran lebih stabil.

“Panen raya itu berlangsung April sampai Juni perkiraan asosiasi petani saat rapat di Pemprov,” kata Edy.

Meski harga cabai rawit sekarang sudah berada di angka Rp60 ribu, pihaknya memperkirakan akan terus turun. “Diperkirakan bisa sampai Rp40 ribu. Tapi kalau dibawah itu kemungkinan besar sudah tidak bisa,” pungkasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/