alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Hari Pertama Kerja Saifullah Yusuf-Adi Wibowo, Rapat Maraton

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Saifullah Yusuf dan Adi Wibowo tancap gas di hari pertama menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan. Rapat maraton digelar dengan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Pasuruan.

Bagi Gus Ipul dan Mas Adi, hari pertama masuk kerja bukan tak harus menunggu Senin. Karena itu, sejak dilantik Jumat (26/2), mereka memulai tugasnya. Malam hari setelah pelantikan, mereka sempat menemui sejumlah tokoh. Dalam pidato perdananya sebagai Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul memaparkan visi misi dan titik nol Kota Pasuruan.

“Kami mengajak para tokoh untuk bareng-bareng membangun Pasuruan,” kata kakak Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf itu.

Berselang sehari kemudian, Gus Ipul dan Mas Adi mengumpulkan seluruh kepala perangkat daerah di Pendopo Surga Surgi, Sabtu (27/2). Dia sempat menyampaikan permohonan maaf karena menggelar rapat di akhir pekan. Namun, ia menyampaikan rapat itu perlu dilakukan.

“Karena memang banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibahas untuk diselesaikan,” kata Gus Ipul.

Dia menjelaskan, perlu kerja keras semua perangkat daerah untuk mewujudkan Kota Pasuruan sebagai Kota Madinah. Yakni maju secara ekonomi, indah penataan kotanya dan harmoni kehidupan warganya. Di hadapan para bawahannya, Gus Ipul juga menyinggung sekelumit persoalan yang ada di Kota Pasuruan.

Antara lain predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang sudah dua tahun didapatkan berturut-turut. Predikat WDP menurutnya predikat yang buruk didapatkan sebuah daerah. Ia menyebut, Kota Pasuruan gagal membuat tata kelola keuangan yang sehat.

Dia menargetkan, dalam setahun pemerintahannya, Pemkot Pasuruan harus mendapatkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) sebagai cerminan tata kelola keuangan yang baik. Ia juga meminta kekosongan jabatan di sejumlah perangkat daerah untuk segera diisi. Baik setingkat Eselon II, III, dan IV.

“Kami harus bekerja maksimal. SDM-nya harus lengkap di semua sisi. Tidak boleh ada formasi yang kosong dalam sebuah pemerintahan, apalagi merangkap,” sambungnya.

Dia menambahkan, rapat bersama perangkat daerah masih akan terus dilakukan secara maraton selama sepekan ini. Dengan begitu, dia berharap pembahasan program kerja di masing-masing OPD bisa lebih matang. (tom/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Saifullah Yusuf dan Adi Wibowo tancap gas di hari pertama menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan. Rapat maraton digelar dengan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Pasuruan.

Bagi Gus Ipul dan Mas Adi, hari pertama masuk kerja bukan tak harus menunggu Senin. Karena itu, sejak dilantik Jumat (26/2), mereka memulai tugasnya. Malam hari setelah pelantikan, mereka sempat menemui sejumlah tokoh. Dalam pidato perdananya sebagai Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul memaparkan visi misi dan titik nol Kota Pasuruan.

“Kami mengajak para tokoh untuk bareng-bareng membangun Pasuruan,” kata kakak Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf itu.

Mobile_AP_Half Page

Berselang sehari kemudian, Gus Ipul dan Mas Adi mengumpulkan seluruh kepala perangkat daerah di Pendopo Surga Surgi, Sabtu (27/2). Dia sempat menyampaikan permohonan maaf karena menggelar rapat di akhir pekan. Namun, ia menyampaikan rapat itu perlu dilakukan.

“Karena memang banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibahas untuk diselesaikan,” kata Gus Ipul.

Dia menjelaskan, perlu kerja keras semua perangkat daerah untuk mewujudkan Kota Pasuruan sebagai Kota Madinah. Yakni maju secara ekonomi, indah penataan kotanya dan harmoni kehidupan warganya. Di hadapan para bawahannya, Gus Ipul juga menyinggung sekelumit persoalan yang ada di Kota Pasuruan.

Antara lain predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang sudah dua tahun didapatkan berturut-turut. Predikat WDP menurutnya predikat yang buruk didapatkan sebuah daerah. Ia menyebut, Kota Pasuruan gagal membuat tata kelola keuangan yang sehat.

Dia menargetkan, dalam setahun pemerintahannya, Pemkot Pasuruan harus mendapatkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) sebagai cerminan tata kelola keuangan yang baik. Ia juga meminta kekosongan jabatan di sejumlah perangkat daerah untuk segera diisi. Baik setingkat Eselon II, III, dan IV.

“Kami harus bekerja maksimal. SDM-nya harus lengkap di semua sisi. Tidak boleh ada formasi yang kosong dalam sebuah pemerintahan, apalagi merangkap,” sambungnya.

Dia menambahkan, rapat bersama perangkat daerah masih akan terus dilakukan secara maraton selama sepekan ini. Dengan begitu, dia berharap pembahasan program kerja di masing-masing OPD bisa lebih matang. (tom/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2