2019 Tingkat Perceraian Naik, Gugatan Istri Lebih Banyak

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Sepanjang tahun 2019 kemarin, jumlah pengajuan cerai di Pengadilan Agama (PA) Pasuruan meningkat. Dari jumlah 2.076 pengajuan, 70 persen digugat oleh pihak perempuan. Faktor teknologi ditengarai menjadi salah satu penyebab meningkatnya pengajuan cerai.

Muhamad Sholikan, Panitera Pengadilan Agama Pasuruan mengatakan bahwa jumlah perceraian memang sangat tergantung situasi di masyarakat. Namun data tahun 2019 kemarin, ada tren kenaikan pengajuan cerai dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk tahun 2019 kemarin pengajuan cerai mencapai 2.076 kasus. Jumlah ini meningkat tipis dibandingkan tahun 2018 yang terdata ada 2.067 kasus,” terangnya. Dari jumlah 2.076 kasus, hampir 70 persen atau sebanyak 1.506 digugat oleh istri. Sedangkan sisanya sebanyak 570 diajukan oleh pihak suami.

Sholikan mengatakan sudah menjadi tren setiap tahunnya memang pengajuan gugat cerai mayoritas adalah perempuan yang mengajukan. Sedangkan alasan pengajuan cerai memang beragam, namun alasan tertinggi dalam pengajuan cerai yang dilakukan masalah ekonomi. Ini paling tertinggi karena suami tak bisa memberikan nafkah atau pemberian uang sesuai kemauan istri.

“Ekonomi masih menjadi faktor utama atau paling tinggi dalam alasan pengajuan cerai. Dan yang sering mengajukan faktor ekonomi ini adalah dari pihak perempuan,” ungkapnya.

Faktor kedua alasan pengajuan cerai adalah lantaran sudah tidak ada lagi keharmonisan. Termasuk berbagai alasan dari faktor kecanggihan teknologi seperti adanya sosial media, membuat perkara pihak ketiga. Hal inilah yang membuat teknologi ikut menjadi faktor.

“Dengan berkembangnya teknologi ini juga muncul menjadi alasan cerai. Ada chatting pihak lain yang menyebabkan pertengkaran, termasuk menjadi salah satu pemicu perselingkuhan,” terangnya.

Pengadilan Agama Pasuruan sendiri melakukan upaya agar perceraian di masyarakat bisa ditekan. Salah satunya adalah dengan melakukan mediasi terlebih dahulu agar bisa rujuk kembali. “Biasanya dilakukan penasihatan dari hakim sebelum sidang, jika sama-sama hadir sidang maka berusaha didamaikan,” ujarnya. (eka/fun)