alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Puting Beliung Terjang Tiga Desa di Nguling, 63 Rumah Rusak

PASURUAN, Radar Bromo – Bencana alam silih berganti menerpa Kabupaten Pasuruan. Setelah banjir surut, angin puting beliung memporak-porandakan 63 rumah di tiga desa di Kecamatan Nguling. Yaitu, Desa Balong, Kapasan, dan Wotgalih.

Puting beliung itu terjadi Senin (31/1) pukul 16.00. Saat itu, Kecamatan Nguling dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Beberapa menit kemudian, terdengar suara gemuruh yang amat keras. Disusul embusan angin yang cukup kuat. Dan tiba-tiba, atap puluhan rumah di tiga desa beterbangan terbawa angin.

Bukan itu saja, angin membuat pepohonan yang ada di tiga desa itu bertumbangan. Dampak terparah angin puting beliung terjadi di Desa Wotgalih. Banyak akses jalan tertutup, karena pohon tumbang. Bahkan, sejumlah rumah warga tertimpa pohon yang tumbang.

Camat Nguling Rokhman membenarkan bencana yang terjadi di wilayahnya. Menurutnya, ada sekitar 50 rumah yang terdampak angin puting beliung. Dari jumlah itu, sekitar 20 rumah rusak berat.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Paling parah di Wotgalih ini. Ada sekitar 50 rumah yang rusak,” katanya.

Meskipun menjadi daerah paling parah, tidak ada satu pun warga yang mengungsi. Malamnya, warga tetap tidur di rumah masing-masing. Baru hari Selasa (1/2), warga bersama Muspika setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kerja bakti membersihkan sisa material bencana.

PASURUAN, Radar Bromo – Bencana alam silih berganti menerpa Kabupaten Pasuruan. Setelah banjir surut, angin puting beliung memporak-porandakan 63 rumah di tiga desa di Kecamatan Nguling. Yaitu, Desa Balong, Kapasan, dan Wotgalih.

Puting beliung itu terjadi Senin (31/1) pukul 16.00. Saat itu, Kecamatan Nguling dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Beberapa menit kemudian, terdengar suara gemuruh yang amat keras. Disusul embusan angin yang cukup kuat. Dan tiba-tiba, atap puluhan rumah di tiga desa beterbangan terbawa angin.

Bukan itu saja, angin membuat pepohonan yang ada di tiga desa itu bertumbangan. Dampak terparah angin puting beliung terjadi di Desa Wotgalih. Banyak akses jalan tertutup, karena pohon tumbang. Bahkan, sejumlah rumah warga tertimpa pohon yang tumbang.

Camat Nguling Rokhman membenarkan bencana yang terjadi di wilayahnya. Menurutnya, ada sekitar 50 rumah yang terdampak angin puting beliung. Dari jumlah itu, sekitar 20 rumah rusak berat.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Paling parah di Wotgalih ini. Ada sekitar 50 rumah yang rusak,” katanya.

Meskipun menjadi daerah paling parah, tidak ada satu pun warga yang mengungsi. Malamnya, warga tetap tidur di rumah masing-masing. Baru hari Selasa (1/2), warga bersama Muspika setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kerja bakti membersihkan sisa material bencana.

MOST READ

BERITA TERBARU

/