alexametrics
26 C
Probolinggo
Friday, 20 May 2022

Tangkapan Ikan Kota Pasuruan Tak Penuhi Target

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Hasil tangkapan ikan nelayan Kota Pasuruan sepanjang 2020 tak memenuhi target. Hal itu dikarenakan faktor cuaca buruk dan pandemi Covid-19. Meski begitu, hasil tangkapan ikan lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya.

Kabid Perikanan Tangkap di Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Romli menerangkan hasil tangkapan ikan tahun 2020 mencapai 7.708,5 ton. Angka itu mengalami kenaikan dibandingkan produksi ikan tangkap 2019 yang mencapai 6.325,9 ton.

“Dari tahun 2019 kemarin memang mengalami kenaikan. Tapi tidak terlalu signifikan,” ungkap Romli.

Dia menjelaskan, meski produksi ikan tangkap itu naik, tapi tetap tak memenuhi target yang ditetapkan Pemkot. Tahun 2020, Pemkot menggenjot tangkapan ikan bisa mencapai 8.817,3 ton. Sehingga realisasinya hanya sekitar 87,4 persen.

“Target tidak tercapai karena dua faktor utama. Karena cuaca ekstrem dan pandemi. Sehingga nelayan banyak yang tidak melaut,” katanya.

Romli menambahkan, cuaca ekstrem sempat terjadi pada medio November hingga Desember. Sedangkan, tangkapan ikan paling banyak pada bulan Januari hingga Maret. Selepas itu, sebagian besar nelayan libur melaut sejak pandemi.

“Pada awal tahun masih tinggi hasil tangkapan tiap bulannya. Setelah itu kan ada pandemi, sehingga produksi ikan tangkap menurun,” bebernya.

Diketahui, jumlah nelayan di Kota Pasuruan saat ini mencapai 2.072. Ikan hasil tangkapan nelayan beragam. Seperti ikan tembang, manyung, gulama, kakap, dan suro. (tom/fun)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Hasil tangkapan ikan nelayan Kota Pasuruan sepanjang 2020 tak memenuhi target. Hal itu dikarenakan faktor cuaca buruk dan pandemi Covid-19. Meski begitu, hasil tangkapan ikan lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya.

Kabid Perikanan Tangkap di Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Romli menerangkan hasil tangkapan ikan tahun 2020 mencapai 7.708,5 ton. Angka itu mengalami kenaikan dibandingkan produksi ikan tangkap 2019 yang mencapai 6.325,9 ton.

“Dari tahun 2019 kemarin memang mengalami kenaikan. Tapi tidak terlalu signifikan,” ungkap Romli.

Dia menjelaskan, meski produksi ikan tangkap itu naik, tapi tetap tak memenuhi target yang ditetapkan Pemkot. Tahun 2020, Pemkot menggenjot tangkapan ikan bisa mencapai 8.817,3 ton. Sehingga realisasinya hanya sekitar 87,4 persen.

“Target tidak tercapai karena dua faktor utama. Karena cuaca ekstrem dan pandemi. Sehingga nelayan banyak yang tidak melaut,” katanya.

Romli menambahkan, cuaca ekstrem sempat terjadi pada medio November hingga Desember. Sedangkan, tangkapan ikan paling banyak pada bulan Januari hingga Maret. Selepas itu, sebagian besar nelayan libur melaut sejak pandemi.

“Pada awal tahun masih tinggi hasil tangkapan tiap bulannya. Setelah itu kan ada pandemi, sehingga produksi ikan tangkap menurun,” bebernya.

Diketahui, jumlah nelayan di Kota Pasuruan saat ini mencapai 2.072. Ikan hasil tangkapan nelayan beragam. Seperti ikan tembang, manyung, gulama, kakap, dan suro. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/