alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Narapidana Kasus Narkotika di Lapas Pasuruan Paling Mendominasi

PASURUAN, Radar Bromo – Hunian Lapas IIB Pasuruan kian sesak. Jumlah narapidana dan tahanan yang menjalani hukuman di sana sudah jauh melampaui kapasitas. Kasus narkoba menyumbang warga binaan terbanyak.

Kepala Lapas IIB Pasuruan, Wahyu Indarto mengatakan kapasitas hunian saat ini 300 orang. Akan tetapi, saat ini ada 776 warga binaan di dalam Lapas. Terdiri dari 117 tahanan dan 659 narapidana.

“Memang dengan jumlah saat ini over kapasitas. Jumlah warga binaan lebih banyak dari kapasitas yang seharusnya,” ujar Wahyu.

Dia mengatakan, sebagian besar warga binaan tersandung kasus narkotika. Untuk kasus itu saja, ada 579 warga binaan. Sedangkan lainnya merupakan warga binaan dengan kasus perlindungan anak, pencurian, penipuan, pembunuhan dan korupsi. “Sebagian besar narapidana dan tahanan kasus narkotika,” kata Wahyu.

Dengan kondisi yang sudah over kapasitas, lanjut Wahyu, pihaknya pun harus ekstra ketat dalam mengawasi kegiatan warga. Sebisa mungkin, petugas diminta untuk selalu bersikap humanis kepada warga binaan.

“Kami lakukan pendekatan yang humanis kepada warga binaan demi terciptanya suasana kondusif,” ujarnya.

Meski begitu, warga binaan juga tetap diwajibkan mengikuti setiap kegiatan pembinaan maupun kerohanian. Ini untuk menyiapkan warga binaan bisa mudah bergaul dengan masyarakat, mereka bebas nanti.

“Tentunya mereka juga harus mengikuti aturan, kegiatan-kegiatan yang wajib seperti pembinaan dan pelatihan kerja. Ini sebagai bekal kompetensi mereka setelah kembali ke masyarakat nanti,” pungkasnya. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Hunian Lapas IIB Pasuruan kian sesak. Jumlah narapidana dan tahanan yang menjalani hukuman di sana sudah jauh melampaui kapasitas. Kasus narkoba menyumbang warga binaan terbanyak.

Kepala Lapas IIB Pasuruan, Wahyu Indarto mengatakan kapasitas hunian saat ini 300 orang. Akan tetapi, saat ini ada 776 warga binaan di dalam Lapas. Terdiri dari 117 tahanan dan 659 narapidana.

“Memang dengan jumlah saat ini over kapasitas. Jumlah warga binaan lebih banyak dari kapasitas yang seharusnya,” ujar Wahyu.

Dia mengatakan, sebagian besar warga binaan tersandung kasus narkotika. Untuk kasus itu saja, ada 579 warga binaan. Sedangkan lainnya merupakan warga binaan dengan kasus perlindungan anak, pencurian, penipuan, pembunuhan dan korupsi. “Sebagian besar narapidana dan tahanan kasus narkotika,” kata Wahyu.

Dengan kondisi yang sudah over kapasitas, lanjut Wahyu, pihaknya pun harus ekstra ketat dalam mengawasi kegiatan warga. Sebisa mungkin, petugas diminta untuk selalu bersikap humanis kepada warga binaan.

“Kami lakukan pendekatan yang humanis kepada warga binaan demi terciptanya suasana kondusif,” ujarnya.

Meski begitu, warga binaan juga tetap diwajibkan mengikuti setiap kegiatan pembinaan maupun kerohanian. Ini untuk menyiapkan warga binaan bisa mudah bergaul dengan masyarakat, mereka bebas nanti.

“Tentunya mereka juga harus mengikuti aturan, kegiatan-kegiatan yang wajib seperti pembinaan dan pelatihan kerja. Ini sebagai bekal kompetensi mereka setelah kembali ke masyarakat nanti,” pungkasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/