Kurang 4 Bulan, Rehab Jalur Wisata Ngadirejo-Tosari Baru 25 Persen

BANGIL, Radar Bromo – Medan yang terjal menjadi kendala pembangunan jalan wisata Ngadirejo-Tosari, Kabupaten Pasuruan. Buktinya, hingga akhir Juli pembangunan jalan setempat baru rampung 25 persen.

Meski begitu, progres pembangunan jalan setempat dinilai sesuai schedule. Kepala Bidang Perencanaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Eko Bagus mengungkapkan, upaya percepatan dalam membangun jalan wisata Ngadirejo-Tosari memang dilakukan. Namun, hal itu tidak mudah.

Karena jalur yang dilalui menanjak. Hal ini yang kemudian menjadi penghambat dalam proses pengerjaan. “Jalannya relatif menanjak. Sehingga, menyulitkan alat berat dioperasikan,” ujarnya.

Meski begitu, progres pengerjaan jalan wisata sejauh kurang lebih 4 km itu masih sesuai dengan schedule yang ditentukan. Proses pengaspalan hingga saat ini yang direalisasikan sudah mencapai 25 persen.

“Memang medan menjadi kendala. Tapi, secara keseluruhan proses pembangunan jalan wisata tersebut sudah sesuai dengan waktu yang dijadwalkan,” sambungnya.

Menurut Eko, proyek jalan senilai Rp 15 miliar itu ditargetkan rampung November. Atau kurang empat bulan lagi. Dengan waktu yang tersedia, ia menilai masih ada waktu cukup untuk menyelesaikannya.

Seperti yang diketahui, pembangunan jalan Ngadirejo-Tosari direalisasikan untuk menunjang sektor wisata menuju Gunung Bromo. Pembangunan tersebut merupakan lanjutan dari tahun 2019 yang menghabiskan Rp 21 miliar. Di mana, dana puluhan miliar tersebut digelontorkan untuk membangun jalan Tutur-Ngadirejo sepanjang sekitar 4 kilometer.

Selain pembangunan jalan, dana belasan miliar itu juga untuk fasilitas penunjangnya. Baik rambu jalan ataupun markah jalan. (one/mie)