Okupansi Rendah, Armada KA Dikurangi, Hanya Tiga yang Beroperasi dari Sembilan KA

RENDAH: Kereta api melintas masuk menuju Stasiun Pasuruan beberapa waktu lalu. Stasiun Pasuruan yang termasuk dalam wilayah kerja PT KAI Daop 9 Jember. Per awal Juli, PT KAI Daop 9 Jember mengurangi lagi satu armada KA. Dengan demikian, hanya tiga dari sembilan KA yang beroperasi. (Foto: Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memang beroperasi kembali. Namun, selama dua pekan terakhir, okupansi penumpang kereta api sangat rendah. Karena itu, PT KAI Daop 9 Jember mengurangi jumlah KA yang beroperasi di wilayahnya.

Terhitung sejak awal Juli, operasional KA Ranggajati relasi Jember-Cirebon (PP) dihentikan sementara. Dengan demikian, hanya ada tiga kereta api yang akan beroperasi di wilayah Daop 9 Jember.

Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Mahendro Trang Bawono mengungkapkan, awalnya Daop 9 mengoperasikan empat KA dari total sembilan KA di wilayah Daop 9. Yakni, KA Ranggajati relasi Jember–Cirebon; KA Tawangalun relasi Ketapang–Malang Kota Lama; KA Sritanjung relasi Ketapang–Lempuyangan dan KA Probowangi relasi Ketapang–Surabaya Gubeng.

Untuk empat kereta api itu, pihaknya menyiapkan tiket sebanyak 70 persen dari tempat duduk yang tersedia. Namun, ternyata okupansi penumpang KA Ranggarjati sangat rendah.

Pihaknya mencatat, rata-rata volume penumpang KA Ranggajati per harinya di bawah 10 dari kapasitas yang disediakan selama beroperasi mulai 12 Juni sampai 29 Juni. Karena itulah, Daop 9 Jember memutuskan menghentikan sementara KA Ranggajati relasi Cirebon–Jember.

“Kami mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara KA Ranggajati. Sebab, selama dua pekan beroperasi, KA ini hanya mengangkut 407 penumpang di wilayah Daop 9 Jember atau di bawah 10 persen dari volume yang tersedia,” ungkapnya.

Dilanjutkan Mahendro, sejak KA beroperasi pada 12 Juni, ada 5.507 penumpang yang diverifikasi. Dari jumlah itu, hanya ada 4.878 penumpang yang diangkut.

Sisanya sebanyak 628 penumpang tidak dapat melanjutkan perjalanan karena tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan pihaknya. Seperti surat keterangan bebas gejala Covid-19.

Menurutnya, untuk menggunakan jasa KA, calon penumpang diwajibkan melengkapi persyaratan serta mematuhi aturan yang ditetapkan. Ini disesuaikan dengan syarat naik Kereta Api Jarak Jauh dalam SE Gugus Tugas Covid-19 No 9 Tahun 2020 tentang kriteria dan persyaratan perjalanan KA.

“Kami mengimbau kepada calon pengguna KA untuk selalu melengkapi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Seperti menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dokumen kesehatan, dan menggunakan face shield di area stasiun, maupun di dalam KA,” sebut Mahendro. (riz/hn/fun)