310 Ha Sawah di Kab Pasuruan Terendam Banjir di Semester Awal 2020

PALING PARAH: Sejumlah petani di Rejoso saat memanen lahan padinya yang terendam banjir, beberapa waktu lalu. Kawasan Rejoso tercatat paling banyak sawah yang terendam banjir. (Foto: M. Zubaidillah/ Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan masih kerap dilanda banjir tahun ini. Tercatat selama semester awal tahun ini (Januari-Juni), ada 310 hektare sawah yang terendam banjir.

Kepala Dinas Pertanian Yetti Purwaningsih mengatakan, banjir yang merendam sawah petani itu cepat surut. Sehingga, tak sampai merusak lahan petani.

“Menjelang musim kemarau ini, hujan sudah jarang turun. Luasan sawah yang terimbas banjir didominasi bulan Januari –April lalu. Dan kurang lebih sawah yang terimbas banjir mencapai 310 hektare,” terang Yetti.

Wilayah yang rutin terimbas banjir adalah di Kraton, Beji, Rejoso, sampai Grati. Namun, memang tidak semua daerah tersebut ada yang memulai musim tanam. Sehingga, yang belum mulai bercocok tanam masih belum ada kendala kendati lingkungannya terendam banjir.

Tercatat di Kraton, di Desa Pulokerto petani masih belum memulai musim tanam saat musim hujan awal tahun. Baru yang berdampak yaitu di Bendungan ada 10 hektare yang bertanam jagung.

Sedangkan di Beji, dikatakan karena merupakan daerah yang rutin tergenang jika ada luapan sungai. Petani setempat banyak yang tidak bertanam. Musim tanam sendiri biasanya pada bulan Juni – Juli saat memasuki musim kemarau.

Sedangkan yang paling parah adalah di Kecamatan Rejoso. Tercatat ada 300 hektare yang terimbas banjir. Mulai dari Desa Rejoso Lor, Kedungbako, Sambirejo, Sadengrejo, Kawisrejo, Toyaning, dan Patuguran.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, semester pertama ini jumlah lahan sawah yang terimbas banjir menurun. Sebab, pada semester pertama tahun 2019 lalu, mencapai 533 hektare sawah yang terendam.

“Turunnya lahan yang terimbas banjir ini juga lantaran ada normalisasi. Misal untuk daerah Kalirejo atau utara Bangil sudah tidak banyak terimbas,” ujarnya. (eka/mie)