alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

11 Sekolah di Kab Pasuruan Tak Diizinkan Tatap Muka

PASURUAN, Radar Bromo – Tidak semua sekolah negeri di Kabupaten Pasuruan bisa menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Sebelas sekolah tidak bisa ikut lantaran belum semua gurunya divaksin Covid-19.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan pun melarang 11 sekolah itu menggelar uji coba. Ada 10 SD negeri dan satu SMP negeri.

Sepuluh SD negeri yaitu, SDN Manaruwi 1, SDN Manaruwi 2, SDN Masangan, SDN Raci 1, dan SDN Raci 2. Lalu, SDN Gempeng 2, SDN Kalirejo, SDN Kalianyar 1 dan 2, dan SDN tambakan. Untuk SMP negeri, yaitu SMP Negeri 2 Bangil.

Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan Ninuk Ida Suryani mengatakan, belum semua guru di 11 sekolah itu mengikuti vaksinasi. Rata-rata, para guru baru satu kali divaksin. Mereka belum dapat vaksin dosis kedua. Karena itu, pembelajaran di 11 sekolah itu tetap dilaksanakan secara daring.

Kebijakan itu diberlakukan sesuai dengan syarat uji coba PTM yang diberikan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan. “Sesuai petunjuk Satgas Penanganan Covid-19 bahwa syarat simulasi PTM adalah semua guru dan tenaga kependidikan sudah ikut vaksin dua kali dosis. Kalau satu kali, belum diperbolehkan,” katanya.

Adapun 10 SD yang tak bisa menggelar uji coba PTM itu, seluruhnya merupakan sekolah yang berada dalam koordinasi Puskesmas Raci. Vaksinasi kedua para guru dan tenaga kependidikan pada 10 sekolah itu baru akan dilaksanakan pada 2 Juni.

Meski 11 sekolah negeri tersebut tidak bisa ikut simulasi PTM, Dispendik yakin PTM yang akan resmi dilakukan mulai tahun ajaran baru 2021/2022 pada Juli mendatang bisa tetap dilaksanakan. Tentunya, tetap dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

“Insya Allah semuanya siap. Termasuk yang hari ini terpaksa urung menggelar simulasi,” tuturnya.

Bagaimana untuk sekolah swasta yang ingin menggelar PTM? Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar Mohammad Safi’i mengatakan, vaksinasi guru dan tenaga kependidikan belum merata pada sekolah-sekolah swasta. Sebab, jumlah SD negeri/swasta di Kabupaten Pasuruan sangat banyak.

Total SD negeri dan swasta di kabupaten mencapai 717 lembaga. Jumlah SMP juga banyak. SMP Negeri ada 63 lembaga dan SMP swasta 95 lembaga.

“Intinya adalah vaksin yang belum sepenuhnya datang. Tapi, insyaallah Juni ini dihabiskan semua untuk guru dan tenaga kependidikan se-Kabupaten Pasuruan,” ucapnya.

Uji coba PTM sendiri hanya digelar tiga hari. Jumat-Senin (28-31/5). Kemarin adalah hari terakhir uji coba PTM. Uji coba itu pun dinilai berjalan dengan baik. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, semua sekolah berhasil menjalankan uji coba PTM dengan baik.

“Termasuk data dukungan orang tua dan pernyataan komite sekolah yang mendukung digelarnya uji coba PTM. Alhamdulillah nilainya hampir 100,” ungkapnya. (sid/hn)

PASURUAN, Radar Bromo – Tidak semua sekolah negeri di Kabupaten Pasuruan bisa menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Sebelas sekolah tidak bisa ikut lantaran belum semua gurunya divaksin Covid-19.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan pun melarang 11 sekolah itu menggelar uji coba. Ada 10 SD negeri dan satu SMP negeri.

Sepuluh SD negeri yaitu, SDN Manaruwi 1, SDN Manaruwi 2, SDN Masangan, SDN Raci 1, dan SDN Raci 2. Lalu, SDN Gempeng 2, SDN Kalirejo, SDN Kalianyar 1 dan 2, dan SDN tambakan. Untuk SMP negeri, yaitu SMP Negeri 2 Bangil.

Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan Ninuk Ida Suryani mengatakan, belum semua guru di 11 sekolah itu mengikuti vaksinasi. Rata-rata, para guru baru satu kali divaksin. Mereka belum dapat vaksin dosis kedua. Karena itu, pembelajaran di 11 sekolah itu tetap dilaksanakan secara daring.

Kebijakan itu diberlakukan sesuai dengan syarat uji coba PTM yang diberikan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan. “Sesuai petunjuk Satgas Penanganan Covid-19 bahwa syarat simulasi PTM adalah semua guru dan tenaga kependidikan sudah ikut vaksin dua kali dosis. Kalau satu kali, belum diperbolehkan,” katanya.

Adapun 10 SD yang tak bisa menggelar uji coba PTM itu, seluruhnya merupakan sekolah yang berada dalam koordinasi Puskesmas Raci. Vaksinasi kedua para guru dan tenaga kependidikan pada 10 sekolah itu baru akan dilaksanakan pada 2 Juni.

Meski 11 sekolah negeri tersebut tidak bisa ikut simulasi PTM, Dispendik yakin PTM yang akan resmi dilakukan mulai tahun ajaran baru 2021/2022 pada Juli mendatang bisa tetap dilaksanakan. Tentunya, tetap dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

“Insya Allah semuanya siap. Termasuk yang hari ini terpaksa urung menggelar simulasi,” tuturnya.

Bagaimana untuk sekolah swasta yang ingin menggelar PTM? Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar Mohammad Safi’i mengatakan, vaksinasi guru dan tenaga kependidikan belum merata pada sekolah-sekolah swasta. Sebab, jumlah SD negeri/swasta di Kabupaten Pasuruan sangat banyak.

Total SD negeri dan swasta di kabupaten mencapai 717 lembaga. Jumlah SMP juga banyak. SMP Negeri ada 63 lembaga dan SMP swasta 95 lembaga.

“Intinya adalah vaksin yang belum sepenuhnya datang. Tapi, insyaallah Juni ini dihabiskan semua untuk guru dan tenaga kependidikan se-Kabupaten Pasuruan,” ucapnya.

Uji coba PTM sendiri hanya digelar tiga hari. Jumat-Senin (28-31/5). Kemarin adalah hari terakhir uji coba PTM. Uji coba itu pun dinilai berjalan dengan baik. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, semua sekolah berhasil menjalankan uji coba PTM dengan baik.

“Termasuk data dukungan orang tua dan pernyataan komite sekolah yang mendukung digelarnya uji coba PTM. Alhamdulillah nilainya hampir 100,” ungkapnya. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/