alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Dana BOSDA TPQ-RA Digunakan Bantu KBM Generasi Qurani

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Taman pendidikan Alquran menjadi tempat memupuk generasi Qurani. Pemkot Pasuruan tak segan-segan mengucurkan dananya. Membantu lembaga pendidikan tersebut agar mampu menelurkan lulusan terbaik.

Pada 2021 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan mengucurkan anggaran Rp 1,15 miliar untuk TPQ dan raudhatul atfhal (RA). Anggaran itu disiapkan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar (KBM) di lembaga tersebut.

Kasubbag Perencanaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Pasuruan Sutrisno menyatakan, pemkot telah menyiapkan bantuan operasional pendidikan daerah (bosda) untuk 210 TPQ dan RA. Nilainya, Rp 1,15 miliar.

Rinciannya, Rp 1.030.560.000 untuk 187 lembaga TPQ. Sisanya, Rp 123.120.000, disiapkan bagi 23 lembaga RA. Nah, setiap lembaga akan memperoleh bantuan dengan nominal berbeda-beda. Untuk TPQ, setiap muridnya mendapatkan Rp 60 ribu per tahun. Sementara, murid RA menerima Rp 120 ribu per tahun.

”Bosda ini diberikan lembaga untuk menunjang KBM bagi siswa. Besaran yang diterima setiap lembaga berbeda. Bergantung pada jumlah murid yang dimiliki,” ungkapnya.

Apa saja syarat untuk memperoleh bosda itu? Sutrisno mengatakan, syaratnya tidak berbeda dengan tahun lalu. Di antaranya, lembaga calon penerima memiliki surat keterangan terdaftar (SKT), tenaga pengajar minimal dua orang, serta sarana prasarana yang memadai.

Lembaga harus mengajukan proposal melalui Kemenag lebih dulu. Selanjutnya, dilakukan verifikasi. ”Setelah itu bantuan diberikan langsung melalui rekening masing-masing penerima,” pungkas Sutrisno. (riz/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Taman pendidikan Alquran menjadi tempat memupuk generasi Qurani. Pemkot Pasuruan tak segan-segan mengucurkan dananya. Membantu lembaga pendidikan tersebut agar mampu menelurkan lulusan terbaik.

Pada 2021 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan mengucurkan anggaran Rp 1,15 miliar untuk TPQ dan raudhatul atfhal (RA). Anggaran itu disiapkan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar (KBM) di lembaga tersebut.

Kasubbag Perencanaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Pasuruan Sutrisno menyatakan, pemkot telah menyiapkan bantuan operasional pendidikan daerah (bosda) untuk 210 TPQ dan RA. Nilainya, Rp 1,15 miliar.

Rinciannya, Rp 1.030.560.000 untuk 187 lembaga TPQ. Sisanya, Rp 123.120.000, disiapkan bagi 23 lembaga RA. Nah, setiap lembaga akan memperoleh bantuan dengan nominal berbeda-beda. Untuk TPQ, setiap muridnya mendapatkan Rp 60 ribu per tahun. Sementara, murid RA menerima Rp 120 ribu per tahun.

”Bosda ini diberikan lembaga untuk menunjang KBM bagi siswa. Besaran yang diterima setiap lembaga berbeda. Bergantung pada jumlah murid yang dimiliki,” ungkapnya.

Apa saja syarat untuk memperoleh bosda itu? Sutrisno mengatakan, syaratnya tidak berbeda dengan tahun lalu. Di antaranya, lembaga calon penerima memiliki surat keterangan terdaftar (SKT), tenaga pengajar minimal dua orang, serta sarana prasarana yang memadai.

Lembaga harus mengajukan proposal melalui Kemenag lebih dulu. Selanjutnya, dilakukan verifikasi. ”Setelah itu bantuan diberikan langsung melalui rekening masing-masing penerima,” pungkas Sutrisno. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/