Wisata Pasuruan yang Dikelola Pemkab Tutup sampai Wabah Mereda

SEPI: Suasana tempat Pemandian Alam Banyubiru yang lengang karena sudah ditutup sejak 19 Maret lalu lantaran wabah korona. Penutupan puluhan tempat wisata di Kabupaten Pasuruan diperpanjang hingga batas waktu belum ditentukan. (Foto: Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

WINONGAN, Radar Bromo – Pandemi korona yang belum berakhir membuat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan memperpanjang penutupan lokasi wisata yang dikelola Pemkab. Penutupan dilakukan hingga wabah korona mereda.

Gunawan Wicaksono, sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan mengatakan, perpanjangan penutupan tempat wisata itu setelah ada koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan. Serta, melihat perkembangan situasi di lapangan.

“Karena situasi saat ini masih belum reda, sehingga dari Dinas Pariwisata memilih memperpanjang penutupan tempat wisata yang dikelola pemkab,” terangnya.

Sebelumnya, penutupan tempat wisata memang hanya dijadwalkan sejak 19 sampai 31 Maret. Namun, akhirnya penutupan diperpanjang hingga tidak ada batas waktu dan menunggu sampai situasi reda.

Sehingga, tercatat mulai dari Pemandian Alam Banyubiru, Danau Ranu Grati, Museum Kabupaten Pasuruan di Pandaan, dan Pos Pintu Masuk Tosari ke Bromo masih tutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Termasuk kami melihat seperti TNBTS Bromo juga, penutupan juga tanpa batas waktu. Karena belum tahu wabah korona ini kapan sudah mereda,” terangnya.

Sedangkan terkait tempat wisata lain yang dikelola swasta, Perhutani sampai wisata religi dan wisata candi, mayoritas juga masih tutup. Tercatat ada 31 tempat wisata dan wisata kuliner yang sudah tutup bertahap sejak 2 minggu yang lalu.

“Mayoritas yang tutup masih belum buka. Kalaupun ada yang buka juga pengunjung sangat sepi. Adapun yang tetap beroperasi kami imbau tetap melakukan protokol kesehatan demi keamanan bersama,” ujarnya. (eka/mie)