alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Lima Desa di Kabupaten Pasuruan Banjir, Ribuan Rumah Terendam

WINONGAN, Radar Bromo – Hujan yang melanda wilayah Pasuruan juga membuat lima desa di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan juga kebanjiran. Meski tidak ada korban jiwa, namun banjir membuat pemukiman warga terkena endapan lumpur. Total ada sekitar 1455 kepala keluarga (KK) yang terimbas banjir.

Ribuan KK ini tersebar di Desa Prodo, Kecamatan Winongan; Desa Sekarputih, Desa Ranggeh, dan Desa Bajangan, Kecamatan Gondang Wetan serta Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton. Paling parah adalah Desa Prodo dimana ketinggian air di pemukiman berkisar antara 60 sampai 80 sentimeter. Air baru mulai surut sekitar pukul 02.00.

Kades Prodo, Lukman Hakim mengungkapkan ada sekitar 250 KK di desanya yang terdampak banjir. Paling parah berada di Dusun Gendol dimana ketinggian air di pemukiman mencapai 80 sentimeter. Air sendiri mulai naik sejak pukul 20.00 dan mencapai puncaknya pada pukul 00.00. Tingginya debit banjir ini membuat warga terisolasi di dalam rumah masing masing.

Meski begitu, tidak ada warga yang sampai di evakuasi dalam banjir kali ini. Pihak desa sendiri tetap stand by selama 24 jam dan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan dan Kecamatan Winongan dengah tetap menyiagakan ambulan desa untuk warga yang membutuhkan pertolongan.

“Banjir ini akibat luapan sungai Curah karena debit air yang tinggi dampak dari hujan yang deras. Banjir baru mulai surut dini hari. Tapi sisa sisa banjir masih ada, seperti endapan lumpur dan genangan air di pemukiman,”ungkapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris menjelaskan banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan. Tak hanya di Desa Prodo, banjir juga melanda Desa Sekarputih, Desa Bajangan, Desa Ranggeh dan sebagian Desa Tambakrejo. Faktor utamanya tetap intensitas hujan yang tinggi dan merata. Satu satunya solusi untuk mengurangi dampak banjir adalah dilakukan normalisasi sungai di wilayah setempat.

“Memang perlu dinormalisasi. Utamanya sungai yang melewati Desa Prodo dan Kali Petung yang melewati sejumlah desa di Gondang Wetan. Kami terus berkoordinasi karena ini sungai kewenangan Provinsi,” sebut Camat Kraton ini. (riz/fun)

WINONGAN, Radar Bromo – Hujan yang melanda wilayah Pasuruan juga membuat lima desa di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan juga kebanjiran. Meski tidak ada korban jiwa, namun banjir membuat pemukiman warga terkena endapan lumpur. Total ada sekitar 1455 kepala keluarga (KK) yang terimbas banjir.

Ribuan KK ini tersebar di Desa Prodo, Kecamatan Winongan; Desa Sekarputih, Desa Ranggeh, dan Desa Bajangan, Kecamatan Gondang Wetan serta Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton. Paling parah adalah Desa Prodo dimana ketinggian air di pemukiman berkisar antara 60 sampai 80 sentimeter. Air baru mulai surut sekitar pukul 02.00.

Kades Prodo, Lukman Hakim mengungkapkan ada sekitar 250 KK di desanya yang terdampak banjir. Paling parah berada di Dusun Gendol dimana ketinggian air di pemukiman mencapai 80 sentimeter. Air sendiri mulai naik sejak pukul 20.00 dan mencapai puncaknya pada pukul 00.00. Tingginya debit banjir ini membuat warga terisolasi di dalam rumah masing masing.

Meski begitu, tidak ada warga yang sampai di evakuasi dalam banjir kali ini. Pihak desa sendiri tetap stand by selama 24 jam dan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan dan Kecamatan Winongan dengah tetap menyiagakan ambulan desa untuk warga yang membutuhkan pertolongan.

“Banjir ini akibat luapan sungai Curah karena debit air yang tinggi dampak dari hujan yang deras. Banjir baru mulai surut dini hari. Tapi sisa sisa banjir masih ada, seperti endapan lumpur dan genangan air di pemukiman,”ungkapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris menjelaskan banjir melanda sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan. Tak hanya di Desa Prodo, banjir juga melanda Desa Sekarputih, Desa Bajangan, Desa Ranggeh dan sebagian Desa Tambakrejo. Faktor utamanya tetap intensitas hujan yang tinggi dan merata. Satu satunya solusi untuk mengurangi dampak banjir adalah dilakukan normalisasi sungai di wilayah setempat.

“Memang perlu dinormalisasi. Utamanya sungai yang melewati Desa Prodo dan Kali Petung yang melewati sejumlah desa di Gondang Wetan. Kami terus berkoordinasi karena ini sungai kewenangan Provinsi,” sebut Camat Kraton ini. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/