alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Gus Ipul Sudah Siapkan Evaluasi Lelang Jabatan di Pemkot Pasuruan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan berencana mengevaluasi seleksi jabatan yang sempat dibuka sejak Agustus 2020. Selain Sekretaris Daerah, ada 10 jabatan setingkat Eselon dua yang dilelang kala itu. Proses lelang jabatan yang belum tuntas hingga kini menjadi alasan perlunya evaluasi dilakukan.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan sangat penting. Mengingat hal itu berkaitan dengan kinerja dalam menjalankan program kegiatan.

Namun ia menyayangkan proses lelang jabatan Sekda maupun Eselon dua yang belum tuntas sampai sekarang. Padahal lelang jabatan sudah dimulai sejak era pemerintahan sebelumnya.

“Saya sendiri masih banyak pertanyaan, apakah dulu prosesnya ini membuka kesempatan kepada semua pihak atau tidak?,” kata Gus Ipul –sapaan Saifullah Yusuf.

Karena itu, pihaknya akan segera mengevaluasi proses seleksi jabatan itu. Dia menginginkan agar pejabat yang bakal mengisi kekosongan jabatan nantinya benar-benar melalui proses yang fair. Tidak hanya mumpuni menjalankan tugas dan fungsinya yang rutin saja. Melainkan juga harus memiliki inovasi dan kreatifitas tinggi.

“Akan kami evaluasi dulu, diidentifikasi dulu. Baru nanti kami tentukan mana yang bisa diteruskan, mana yang mungkin diulang. Jadi tergantung temuan kami nanti,” ujarnya.

Berdasarkan seleksi jabatan Sekda, mengerucut pada tiga nama yang lolos. Yakni Mualif Arif selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Mochamad Faqih yang kini menjabat Kepala Inspektorat, dan Rudiyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan yang juga mantan Pj Sekda.

Begitu pula dengan hasil lelang jabatan 10 jabatan Eselon dua yang terdiri dari 9 kepala dinas dan 1 asisten. Masing-masing sudah mengerucut pada tiga nama yang diajukan ke KASN. Sejumlah jabatan yang dilelang yakni Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Disparpora, Disdukcapil, Dinas PUPR, Disperindag, BKD, Bakesbangpol, DPMPTST, Dinas Perpustakaan dan Arsip, serta Satpol PP.

“Yang sekarang muncul tiga nama itu, apakah itu memang terpilih secara normatif saja atau bagaimana, itu juga akan kami identifikasi. Jadi akan dilihat ulang, bagaimana inovasinya, kreatifitasnya,” ungkap Gus Ipul.

Di lain pihak, Helmi, anggota DPRD Kota Pasuruan menyebutkan, pihaknya sudah meminta agar lelang jabatan itu dihentikan sejak era pemerintahan sebelumnya. Akan tetapi, desakan itu tak digubris. Politisi PAN itu menyebut ada romor tak sedap sejak proses lelang jabatan bergulir.

“Kami yang di kantor utara (DPRD) sudah mendengar ada indikasi jual beli jabatan saat itu. Makanya kami kan sudah mendesak agar disetop, tapi Wali Kota sebelumnya tak merespon,” jelasnya.

Dia mendukung jika Gus Ipul kini hendak mengavaluasi proses lelang jabatan itu. Helmi berharap, lelang jabatan bisa menjadi ajang kompetisi bagi semua pegawai yang memang memenuhi syarat sesuai dengan kemampuan dan inovasi yang dimiliki.

“Kami mendukung jika ini menjadi agenda penting yang diprioritaskan oleh Gus Ipul agar prosesnya benar-benar fair dan pejabat yang lolos nanti memang sanggup dan siap bekerja dengan baik,” pungkas Helmi. (tom/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan berencana mengevaluasi seleksi jabatan yang sempat dibuka sejak Agustus 2020. Selain Sekretaris Daerah, ada 10 jabatan setingkat Eselon dua yang dilelang kala itu. Proses lelang jabatan yang belum tuntas hingga kini menjadi alasan perlunya evaluasi dilakukan.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan sangat penting. Mengingat hal itu berkaitan dengan kinerja dalam menjalankan program kegiatan.

Namun ia menyayangkan proses lelang jabatan Sekda maupun Eselon dua yang belum tuntas sampai sekarang. Padahal lelang jabatan sudah dimulai sejak era pemerintahan sebelumnya.

Mobile_AP_Half Page

“Saya sendiri masih banyak pertanyaan, apakah dulu prosesnya ini membuka kesempatan kepada semua pihak atau tidak?,” kata Gus Ipul –sapaan Saifullah Yusuf.

Karena itu, pihaknya akan segera mengevaluasi proses seleksi jabatan itu. Dia menginginkan agar pejabat yang bakal mengisi kekosongan jabatan nantinya benar-benar melalui proses yang fair. Tidak hanya mumpuni menjalankan tugas dan fungsinya yang rutin saja. Melainkan juga harus memiliki inovasi dan kreatifitas tinggi.

“Akan kami evaluasi dulu, diidentifikasi dulu. Baru nanti kami tentukan mana yang bisa diteruskan, mana yang mungkin diulang. Jadi tergantung temuan kami nanti,” ujarnya.

Berdasarkan seleksi jabatan Sekda, mengerucut pada tiga nama yang lolos. Yakni Mualif Arif selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Mochamad Faqih yang kini menjabat Kepala Inspektorat, dan Rudiyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan yang juga mantan Pj Sekda.

Begitu pula dengan hasil lelang jabatan 10 jabatan Eselon dua yang terdiri dari 9 kepala dinas dan 1 asisten. Masing-masing sudah mengerucut pada tiga nama yang diajukan ke KASN. Sejumlah jabatan yang dilelang yakni Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Disparpora, Disdukcapil, Dinas PUPR, Disperindag, BKD, Bakesbangpol, DPMPTST, Dinas Perpustakaan dan Arsip, serta Satpol PP.

“Yang sekarang muncul tiga nama itu, apakah itu memang terpilih secara normatif saja atau bagaimana, itu juga akan kami identifikasi. Jadi akan dilihat ulang, bagaimana inovasinya, kreatifitasnya,” ungkap Gus Ipul.

Di lain pihak, Helmi, anggota DPRD Kota Pasuruan menyebutkan, pihaknya sudah meminta agar lelang jabatan itu dihentikan sejak era pemerintahan sebelumnya. Akan tetapi, desakan itu tak digubris. Politisi PAN itu menyebut ada romor tak sedap sejak proses lelang jabatan bergulir.

“Kami yang di kantor utara (DPRD) sudah mendengar ada indikasi jual beli jabatan saat itu. Makanya kami kan sudah mendesak agar disetop, tapi Wali Kota sebelumnya tak merespon,” jelasnya.

Dia mendukung jika Gus Ipul kini hendak mengavaluasi proses lelang jabatan itu. Helmi berharap, lelang jabatan bisa menjadi ajang kompetisi bagi semua pegawai yang memang memenuhi syarat sesuai dengan kemampuan dan inovasi yang dimiliki.

“Kami mendukung jika ini menjadi agenda penting yang diprioritaskan oleh Gus Ipul agar prosesnya benar-benar fair dan pejabat yang lolos nanti memang sanggup dan siap bekerja dengan baik,” pungkas Helmi. (tom/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2