PBB di Kota Pasuruan Tahun Lalu Tak Capai Target

DEMI TARGET: Mobil keliling untuk pembayar PBB di Kota Pasuruan. Mobil ini disiapkan agar kepatuhan pembayaran tahun ini meningkat. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kepatuhan masyarakat Kota Pasuruan dalam membayar pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) masih belum tinggi. Hal ini terlihat dari realisasi penerimaan PBB-P2 tahun lalu, hanya tercapai Rp 3,6 miliar. Jumlah ini hanya 85 persen dari target yang ditetapkan Rp 4,2 miliar.

Agung Budi Utomo, Kepala Badan Penerimaan Daerah (Bapenda) Kota Pasuruan membenarkan bahwa tidak tercapainya target penerimaan PBB-P2 tahun 2019 lalu. Ini lantaran masyarakat Kota Pasuruan tak semuanya melunasi pajak PBB.

“Tidak sampai tercapai ini lantaran masyarakat cukup banyak yang tidak membayar. Ada kesadaran yang kurang untuk melunasi PBB-P2,” terangnya.

Lantaran masih belum tingginya pelunasan PBB-P2 tahun lalu, tahun 2020 ini, Bapenda Kota Pasuruan memilih tidak menaikkan target pajak. Tahun ini untuk PBB-P2 hanya ditarget sama seperti tahun lalu yaitu Rp 4,2 miliar.

“Kendati begitu kami harapkan antusias lebih tinggi. Jika tahun lalu hanya kepatuhan rata-rata 72 persen di kelurahan, tahun ini paling tidak hingga 90 persen tingkat kepatuhan,” ujarnya.

Untuk tahun lalu, kelurahan yang tingkat pelunasan mencapai 100 persen hanya di Kelurahan Randusari dan disusul Kelurahan Mayangan mencapai kepatuhan 92,6 persen. Harapannya di tahun ini, tingkat kepatuhan bisa lebih tinggi, salah satu upaya dengan rutin melakukan sosialisasi dan jemput bola ke masyarakat di tingkat kecamatan sampai kelurahan.

“Termasuk dari Bapenda juga ada mobil keliling setiap hari yang keliling ke masyarakat. Termasuk juga ada undian kepada masyarakat yang melunasi PBB sebelum jatuh tempo tanggal 31 Agustus mendatang,” pungkasnya. (eka/fun)