PANDAAN, Radar Bromo–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berlangsung di Kabupaten Pasuruan, Senin (17/2). Sebagai tahap awal, ada sembilan sekolah menjadi percontohan.
Sekolah ini berada di Desa Sumbergedang dan Plintahan, Kecamatan Pandaan. Antara lain, KB TK PKK 3 Dusun Sukun; TK Al-Ikhlas Dusun Klampok; TK YAA Bunayya Perum Navilla Graha; SD Ma’arif Dusun Jatiroso; SDN Sumber Gedang 3; SMAN 1 Pandaan;
MTs dan MA Ponpes Putri Fadlilatul Qur’an di Dusun Jatiroso, Desa Sumbergedang; dan SMPN 2 Pandaan, di Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan.
Dari sembilan sekolah penerima program ini, pelaksanaan MBG di SMAN 1 Pandaan menjadi hari kedua.
Siswa begitu antusias. Sekitar pukul 09.30, ratusan pelajar kelas XII langsung menerima makanan sehabis mengikuti ujian.
Menunya, nasi putih, lauk ayam dan tahu, hingga sayur bayam dan buah semangka. Setelah menerima, makanan langsung disantap bersama di aula dan sejumlah ruangan lainnya.
Porsinya cukup, rasanya enak. Suka sekali, uang jajan jadi lebih hemat dengan adanya program MBG ini,” ucap Jibril, pelajar kelas XII SMAN 1 Pandaan.
Hal senada juga disampaikan Diva, 18, pelajar lainnya kelas XII. “Perut jadi kenyang, program bagus untuk siswa,” tuturnya.
Beberapa hari sebelum program MBG ini dilaksanakan, siswa sudah diimbau untuk membawa peralatan makan sendiri dari rumah.
“Ternyata, sebagian ada yang nyaman pakai tangan,” beber Humas SMAN 1 Pandaan Aris Setiyani.
Sementara itu, ketua Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Kecamatan Pandaan Aisha Rahma Tsania mengatakan, program MBG dilaksanakan di sembilan sekolah ini bukan uji coba lagi. Tapi sudah running.
“Kapasitasnya 3.000-3.500 pack sehari. Itu pun nanti ada untuk ibu hamil. Saat ini fokus ke siswa atau pelajar dulu,” ungkapnya.
MBG di sembilan sekolah yang ada di dua desa di Pandaan ini, langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Di hari pertama belum maksimal karena hanya ada 2.734 pack makanan. Tapi di hari kedua kemarin, sudah lancar dan ada 3.037 pack yang dibagikan.
Hari berikutnya, diupayakan lancar sama seperti hari kedua, di hari pertama masih ada kendala dan wajar baru pertama kali. Untuk susu masih belum,” terangnya. (zal/fun)
Editor : Muhammad Fahmi