PRIGEN, Radar Bromo–Diduga karena cemburu pada pacarnya, Kar, 19, nekat mengakhiri hidupnya. Gadis asal Prigen, Kabupaten Pasuruan, itu melompat dari balkon di atas lantai 2 sebuah vila, Senin (11/9). Korban pun meninggal.
Korban yang bekerja di sebuah kafe di Tretes, Kecamatan Prigen, itu meninggal saat berada di IGD RS Prima Husada di Desa Lemahbang, Sukorejo, pukul 10.00. Dia mengalami luka di kepala belakang dan bibir robek.
Informasi yang dihimpun dari Polsek Prigen menyebutkan, korban melompat dari balkon sebuah vila kosong yang ada di Ledug, Kecamatan Prigen. Kejadiannya sekitar pukul 08.00.
“Tewasnya korban diduga bunuh diri. Dia lompat dari balkon di atas lantai 2 sebuah vila. Sesaat setelah jatuh, kondisinya kritis dan akhirnya meninggal di rumah sakit,” terang Kapolsek Prigen AKP Sugiyanto.
Saat insiden itu terjadi, korban sebenarnya tidak sendirian di vila itu. Dia sedang bersama kekasihnya, Ghif, 24, warga Prigen.
Sebelum nekat melompat dari balkon vila, korban sempat memukulkan batu bata merah ke dirinya sendiri. Mengenai dahi. “Setelah memukulkan batu bata merah ke wajahnya, korban lemas dan dibujuk kekasihnya untuk diajak pulang. Pas mau naik motor, korban turun dan lari menuju balkon. Lalu dia melompat ke bawah,” beber perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.
Pacar korban pun tak bisa berbuat banyak. Setelah mengetahui kekasihnya kritis, dia menghubungi rekannya. Sesaat kemudian datang sejumlah rekannya. Lalu, korban diusung masuk ke dalam mobil.
“Dari TKP, korban ini sempat dibawa ke RS Mitra Sehat Medika di Pandaan. Karena kondisinya kritis, kemudian di rujuk ke RS Prima Husada di Sukorejo. Dan saat berada di IGD, korban meninggal dunia,” terangnya.
Siang hari setelah kejadian, Polsek Prigen bersama Tim Inafis dan Buser barat Satreskrim Polres Pasuruan datang ke lokasi kejadian. Mereka melakukan olah TKP di sana.
“Sejumlah barang bukti kami amankan dari TKP. Saat ini, kekasih korban diamankan ke Mapolsek sekaligus diperiksa sebagai saksi dalam kejadian ini,” ucap Kapolsek.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diketahui korban nekat bunuh diri karena cemburu pada pacarnya. “Faktor penyebabnya karena asmara. Korban cemburu pada kekasihnya yang diduga punya pacar lain selain korban. Lebih lanjutnya dalam lidik,” tegasnya.
Sementara itu, pacar korban yaitu Ghif, 24, masih syok. Dia tampak lemas saat ditemui di mapolsek. “Sebelum melompat dari balkon, kekasih saya ini sempat memukulkan batu bata merah ke wajahnya. Kemudian saya tenangkan dengan memeluknya,” ujarnya.
Setelah korban tenang, ia mengajak korban pulang dengan memboncengnya naik motor. “Ternyata saat motor saya hidupkan mesinnya, tiba-tiba dia turun dari motor. Lalu naik ke balkon. Lalu melompat,” tuturnya.
Sebelum insiden itu, menurut Ghif, pacarnya itu datang ke rumahnya pagi sekitar pukul 06.30 naik motor. Korban lantas marah-marah. Penyebabnya, korban cemburu dengan status WA Ghif di hari Sabtu (9/9).
“Di status itu ada foto saya dengan cewek lain. Itu pemicunya dia cemburu ke saya,” jelasnya.
Karena korban marah-marah terus, Ghif mengajaknya ke vila. Mereka berboncengan naik motor milik korban.
“Kami pacaran hampir dua tahun terakhir. Selama ini baik-baik saja. Cekcok memang pernah. Tapi, tak sampai berlarut lama,” ucapnya menunduk.
Mereka bertemu karena bekerja di lingkungan yang sama. Korban bekerja di sebuah kafe di Tretes, Prigen. Sementara Ghif merupakan pemain band. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi