Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Proyek Lanjutan Jembatan Ngipik Gunakan Konstruksi Balok Girder Beton

Jawanto Arifin • Rabu, 3 Mei 2023 | 19:42 WIB
BAKAL DILANJUT: Jembatan Ngipik yang tahun ini pembangunannya bakal dilanjut dengan pemasangan balok girder beton. Anggaran total tahun ini mencapai Rp 2,2 miliar. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
BAKAL DILANJUT: Jembatan Ngipik yang tahun ini pembangunannya bakal dilanjut dengan pemasangan balok girder beton. Anggaran total tahun ini mencapai Rp 2,2 miliar. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
GEMPOL, Radar Bromo - Proses pembangunan Jembatan Ngipik di Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, bakal berlanjut tahun ini. Agendanya proses finishing. Pekan ini, proyek itu mulai dilelang.

“Pekan ini proses lelangnya, nilai anggaran yang dialokasikan Rp 2,2 miliar. Dari Dana Alokasi Umum (DAU) BTT bencana,” beber Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Fajar Cahyo Rahmanto.

Pembangunan tahap kedua jembatan yang menghubungkan Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol dengan Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, itu memang cukup menyedot anggaran. Sebab, bangunan jembatan baru itu memiliki panjang 30 meter dan lebar 4 meter.

Jembatan Ngipik sebelumnya roboh pada 14 Maret 2021 lalu. Itu, setelah hujan deras mengguyur kawasan setempat. Setahun berikutnya, proses pembangunan mulai berjalan.

Anggarannya saat itu mencapai Rp 510 juta. Anggaran itu dimanfaatkan untuk menggarap konstruksi fisiknya. Berupa pembangunan dua fondasi utama. Yakni, di titik sisi barat dan timur jembatan.

“Untuk pembangunan tahap kedua di jembatan ini, menggunakan konstruksi balok girder beton. Dengan begitu, lebih kuat sekaligus tahan lama. Konstruksi itu dinilai yang paling tepat,” ungkap Fajar.

Adanya rencana lanjutan pembangunan jembatan itu pun disambut baik warga sekitar. Sebab, jembatan setempat merupakan jalur transportasi utama warga di Dusun Ngipik dan sekitarnya.



Saat jembatan terputus, warga pun harus memutar. Menempuh perjalanan lebih jauh hingga beberapa kilometer. “Pastinya kami senang jika pembangunannya dituntaskan tahun ini,” harap Nurul, 43, salah seorang warga Dusun Ngipik. (zal/mie) Editor : Jawanto Arifin
#jembatan ngipik #pemkab pasuruan