Pemindahan 2 Yoni Molor, Terimbas Ada Pegawai Disparbud Reaktif    

SUKOREJO, Radar BromoRencana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan untuk merelokasi dua artefak Yoni dari Dusun Telebuk, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo ke museum, molor dari jadwal. Sampai akhir Juli, belum ada kepastian kapan artefak itu bakal dipindah.

Kondisi itu disayangkan Kades Lemahbang Naqso Bandi. “Evakuasi dua Yoni itu jangan terlalu lama. Eman, ini benda cagar budaya yang harus diselamatkan. Paling tidak satu sampai dua pekan pasca cek dan survei lalu itu,” tuturnya.

Diketahui pada 3 Juli lalu, tim arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim dan Disparbud Kabupaten Pasuruan mendatangi lokasi penemuan benda cagar budaya berupa Yoni di Dusun Telebuk.

Saat itu ditemukan dua artefak Yoni atau juga banyak disebut lesung batu karena menyerupai sebuah lesung. Yoni merupakan pasangan lingga yang diidentikan simbol alat kelamin wanita dan kesuburan.

Ada dua Yoni di kawasan Dusun Telebuk. Letaknya berdekatan, hanya terpisahkan saluran air persawahan. Kedua Yoni itu terpendam di galangan pematang sawah.

Letak keduanya dari permukiman warga dan jalan dusun sekitar 250 meter. Hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki karena melewati areal persawahan.

Sementara itu, Kasi Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Probolinggo Ika Ratnawati menerangkan, molornya relokasi dua Yoni itu dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

“Target kami memang akhir bulan ini sudah tuntas evakuasi dua Yoninya. Berhubung dari puluhan staf di Disparbud saat ini ada sembilan orang reaktif dan kerja dari rumah, otomatis evakuasi Yoninya belum bisa kami lakukan dalam waktu dekat,” terangnya. (zal/mie)