alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Desak Usut Tuntas-Jatuhkan Sanksi meski Sungai Kaliputih mulai Normal

GEMPOL, Radar Bromo – Pencemaran lingkungan berupa busa dari cairan gliserin atau deterjen di Sungai Kaliputih, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, sudah mereda. Namun, pemerintah desa terus mendesak kasus ini diusut tuntas.

Kini kondisi Sungai Kaliputih, sudah terlihat normal. Busa yang sempat mengalir di sungai ini dalam dua hari terakhir sudah terlihat bersih. “Pasca kejadian terus kami pantau langsung. Selasa (27/10) dan Rabu (28/10), ada busanya. Kamis (29/10), normal dari busa. Busanya mulai menghilang,” ujar Kepala Desa Sumbersuko, Saiful Ma’arif.

Meski sungainya sudah normal dan tidak terdapat sisa busa, pihaknya tetap mendesak kasus pencemaran lingkungan ini tetap diusut tuntas. Baik oleh Satreskrim Polres Pasuruan maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan. Mengingat, pencemaran lingkungan ini bukan hanya sekali. Melainkan, sudah kali dua dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

“Pokoknya harus diusut tuntas dan disanksi tegas. Biar ada efek jera dan sebagai wujud dari tanggung jawabnya atas kejadian ini,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap gudang eks PT Klampis Ireng, yang sempat dijadikan tempat cucian drum berisi gliserin, harus dibersihkan. Terutama bekas kolam tempat cucian drum.

Diketahui, Selasa (27/10) lalu, untuk kali kedua Sungai Kaliputih, di Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, penuh busa. Kejadian pertama, pertengahan Agustus lalu. Busa ini ternyata berasal dari bekas gudang PT Klampis Ireng, Desa Sumbersuko. Gudang itu, disewa olah warga Jombang dan dijadikan tempat mencuci drum bekas kemasan gliserin.

Nahasnya, air kolam tempat pencucian itu meluber ke Sungai Kaliputih. Karenanya, sungai yang mengalir ke sejumlah desa itu berbusa. Atas kejadian ini, DLH memastikan limbah ini tergolong bahan berbahaya beracun (B3). Karenanya, DLH merekomendasikan tempat usaha ini ditutup. Sedangkan, Polres Pasuruan, masih terus melakukan penyelidikan dan belum menetapkan tersangka. (zal/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.